kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.928   0,00   0,00%
  • IDX 6.196   77,23   1,26%
  • KOMPAS100 798   9,28   1,18%
  • LQ45 610   7,06   1,17%
  • ISSI 217   3,68   1,73%
  • IDX30 340   3,89   1,16%
  • IDXHIDIV20 435   5,17   1,20%
  • IDX80 91   1,10   1,22%
  • IDXV30 118   1,80   1,55%
  • IDXQ30 111   1,02   0,93%

Bank Dunia Ungkap Ekonomi Indonesia Mulai Melambat


Selasa, 06 Oktober 2026 / 11:59 WIB
Bank Dunia Ungkap Ekonomi Indonesia Mulai Melambat
ILUSTRASI. ?World Bank menyoroti tanda-tanda perlambatan aktivitas ekonomi Indonesia setelah mencatat pertumbuhan 5,4% pada semester I 2026 (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bank Dunia atau World Bank menyoroti tanda-tanda perlambatan aktivitas ekonomi Indonesia setelah mencatat pertumbuhan 5,4% pada semester I 2026.

Dalam laporan East Asia & Pacific Economic Update edisi Oktober 2026, World Bank menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada paruh pertama 2026 meningkat dari 5,1% pada 2025 menjadi 5,4%. 

Capaian tersebut menjadi rata-rata pertumbuhan dua kuartal terkuat sejak 2022. 

Baca Juga: Tok! DPR Resmi Sahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Jadi UU, Atur dalam 313 Pasal

Namun, World Bank mencatat aktivitas ekonomi domestik Indonesia kemudian mulai melemah. Salah satu indikatornya terlihat dari Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur yang turun menjadi 49,3 pada Agustus 2026.

Selain itu, kepercayaan konsumen juga menurun menjadi 116,8 pada Juli 2026. Kedua indikator tersebut menunjukkan adanya pelemahan aktivitas ekonomi setelah kinerja yang kuat pada semester pertama tahun ini. 

"Aktivitas ekonomi domestik tampaknya kemudian melemah," tulis World Bank dalam laporannya, Selasa (6/10/2026).

World Bank menjelaskan, penguatan ekonomi pada semester I 2026 terutama mencerminkan peningkatan konsumsi swasta dan lonjakan belanja pemerintah di sekitar pergantian tahun.

Belanja pemerintah yang lebih cepat tersebut dipengaruhi oleh Ramadan dan Idulfitri yang berlangsung lebih awal, pemberian tunjangan hari raya bagi pegawai sektor publik yang dilakukan lebih awal, serta percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kondisi tersebut membuat belanja pemerintah bergeser lebih awal dalam siklus fiskal

Baca Juga: Bank Dunia Kerek Proyeksi Ekonomi Indonesia di Tahun 2026 Jadi 5,2%

Meski menyoroti pelemahan aktivitas domestik, World Bank masih memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2% pada 2026.

Bahkan, proyeksi tersebut merupakan revisi naik 0,5 poin persentase dibandingkan proyeksi sebelumnya. World Bank menilai dampak kenaikan harga energi terhadap ekonomi Indonesia lebih kecil dari perkiraan sebelumnya. 

Aktivitas ekonomi juga masih ditopang oleh peningkatan program prioritas pemerintah, investasi yang terkait dengan badan usaha milik negara, serta subsidi energi.

Namun, World Bank memperingatkan kombinasi kebijakan tersebut turut berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal. Defisit transaksi berjalan Indonesia diperkirakan mencapai 1,5% terhadap PDB pada 2026. 

Ke depan, ketika stimulus fiskal mulai dimoderasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan semakin bergantung pada investasi swasta. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×