kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Menperin: Pembatasan BBM subsidi picu penurunan permintaan mobil


Jumat, 26 November 2010 / 10:01 WIB
ILUSTRASI. Menpar Arief Yahya PastikanPariwisata Lombok Pulih


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Perindustrian MS Hidayat menilai pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bisa mempengaruhi tingkat produksi mobil. Namun, pengaruh itu bersifat tidak langsung dan sementara.

Hidayat menjelaskan, pengaruh tidak langsung itu berupa BBM non subsidi. Akibatnya, tingkat permintaan terhadap mobil baru akan menurun.

Tapi, Hidayat menduga, penurunan itu hanya jangka pendek saja sebab para pemakai mobil adalah kalangan kelas menengah. "Rata-rata kelas menengah sebetulnya mempunyai kemampuan," ujar Hidayat, Jumat (26/11).

Hidayat mengaku sudah meminta pengertian produsen mobil soal pembatasan pemakaian BBM bersubsidi tersebut. "Filosofi pemerintah itu mengurangi subsidi bagi masyarakat yang memang dianggap tidak memerlukan subsidi, bebannya bisa dialihkan ke subsidi yang lain," imbuh mantan Ketua umum Kadin itu.

Pemerintah akan memberlakukan rencana pembatasan konsumsi BBM subsidi mulai tahun depan. Ada dua opsi yang diajukan pemerintah ke DPR. Pertama, semua mobil berplat hitam dilarang memakai BBM bersubsidi.
Kedua, hanya mobil keluaran tahun 2005 ke atas yang dilarang memakai BBM bersubsidi. Jika tidak ada perubahan rencana, pada 6 Desember nanti pemerintah dan DPR akan membahas kebijakan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×