kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Menkopolhukam: Wajar SBY reaktif soal Bunda Putri


Selasa, 22 Oktober 2013 / 23:05 WIB
ILUSTRASI. Pengiriman kendaraan berat PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX).


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto menilai wajar, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersikap reaktif terhadap Bunda Putri.

"Karena dikaitkan dengan presiden. Kalau sesuatu yang dikaitkan dengan kamu, apa kamu enggak boleh kasih penjelasan," ujar Djoko di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/10/2013).

Ketika ditanya mengapa Presiden SBY tidak menunggu penjelasan pengadilan tindak pidana korupsi, Djoko mengatakan informasi mengenai Bunda Putri sudah tersebar. Apalagi terkait dengan Presiden SBY.

"Karena menyangkut beliau dan ada yang tidak benar, kan harus diklarifikasi simpel begitu saja, jadi jangan dilihat terlalu berlebihan," ujarnya.

Djoko mengatakan, presiden juga harus mengklarifikasi kabar Bunda Putri mengetahui soal reshuffle kabinet.

"Kan harus diklarifikasi menyangkut lembaga presiden dan pekerjaan beliau jadi harus diklarifikasi bukan merespons dalam tanda kutip negatif ya, tapi harus diberikan penjelasan yang benar," katanya.

Mengenai pengungkapan sosok Bunda Putri oleh Istana, Djoko mengatakan tidak perlu pihaknya mengungkap.

"Kan sudah dijelaskan Pak Hilmi juga sudah tahu. Kenapa harus pihak istana yang mengungkap. Apa ada janji istana mengungkap itu, enggak ada. Ya pengadilan lah nanti kan pasti dipanggil sama pengadilan," ungkap Djoko. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×