kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Menkopolhukam minta Djoko Susilo datang ke KPK


Senin, 01 Oktober 2012 / 21:10 WIB
ILUSTRASI. Pekerja membersihkan kendaraan di bursa mobil bekas Tangerang Selatan, Jumat (23/7/2021). (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Dea Chadiza Syafina |

JAKARTA. Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Djoko Suyanto meminta tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat simulator SIM Irjen Pol Djoko Susilo, untuk kooperatif memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia mempersilakan KPK untuk melakukan pemanggilan paksa terhadap Djoko Susilo, jika mantan Kepala Korlantas itu terus mangkir. "KPK sudah menyampaikan kalau pemanggilan tidak datang maka akan dilakukan pemanggilan kedua dan ketiga, kita ikuti saja itu," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/10).

Namun dia berharap agar kedua lembaga penegak hukum yaitu KPK dan Polri untuk bekerja sama dalam memberangus korupsi. Terlebih karena kedua lembaga tersebut sama-sama merupakan lembaga penegak hukum. Kedua lembaga itu juga telah memiliki nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait penanganan kasus korupsi.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Menkopolhukam menjadi penengah antara KPK dan Polri. Hingga saat ini, Djoko Susilo adalah stau-satunya tersangka korupsi SIM yang belum pernah diperiksa KPK. Ia mangkir dari pemanggilan pertama KPK. Rencanya, KPK akan melakukan pemanggilan kedua dalam waktu dekat pada pekan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×