kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Menkopolhukam: KPK dan polisi sedang cooling down


Rabu, 08 Agustus 2012 / 13:16 WIB
ILUSTRASI. Gerai BBM Satu Harga Pertamina


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto menegaskan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri tengah cooling down. Menurutnya, kedua lembaga penegak hukum sepakat tidak memberikan pernyataan mengenai subtansi perkara dugaan korupsi simulator ujian Surat Izin Mengemudi (SIM) ke media.

Pernyataan Djoko sekaligus membantah bahwa pertemuan antara dua lembaga penegak hukum pada Selasa (7/8) lalu menemui jalan buntu. "Yang bilang buntu siapa. Itulah bahasa media, buntu buntu," tegasnya, Rabu (8/8).

Meski terkesan belum ada kejelasan dari polemik kasus ini. Djoko tidak terlalu merisaukannya. Yang penting, Djoko bilang kedua lembaga penegak hukum ini sepakat adanya dugaan tindak pidana korupsi di Korps Polisi Lalu Lintas Polri (Korlantas).

Polemik penanganan kasus korupsi ini muncul setelah KPK menetapkan mantan Kepala Korlantas Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo sebagai tersangka. Pengusutan kasus ini sempat terhambat karena Polri juga mengaku sedang mengusut kasus yang sama.

Polri ngotot mengusut kasus ini. Bahkan, polisi mengaku sudah menetapkan lima tersangka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×