kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.973.000   129.000   4,54%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Menkeu Purbaya Optimistis Penerimaan Pajak 2026 Berpotensi Lampaui Target APBN


Kamis, 05 Februari 2026 / 06:00 WIB
Menkeu Purbaya Optimistis Penerimaan Pajak 2026 Berpotensi Lampaui Target APBN
Purbaya Yudhi Sadewa (KONTAN/Kontan). Penerimaan pajak Januari 2026 tumbuh 30,8%, jauh di atas ekspektasi. Proyeksi terbaru menunjukkan potensi melampaui target APBN.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja awal penerimaan pajak yang melonjak memberi sinyal kuat bahwa target APBN 2026 berpeluang terlampaui.

Di saat yang sama, pemerintah memastikan insentif pajak tetap dipertahankan sebagai penopang utama pemulihan dan penguatan ekonomi nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, penerimaan pajak pada Januari 2026 tumbuh 30,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Jika tren ini mampu dijaga sepanjang tahun dengan asumsi kondisi ekonomi relatif stabil, total penerimaan pajak diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp 2.492 triliun. 

Baca Juga: Lewat Jurus Ini, Menkeu Purbaya Yakin Penerimaan Pajak Kuartal IV-2025 Membaik

Angka tersebut melampaui target penerimaan pajak dalam APBN 2026 sebesar Rp 2.357 triliun. “Itu sudah di atas angka APBN 2026,” ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (4/2/2026).

Meski prospeknya positif, Purbaya mengingatkan bahwa perhitungan tersebut masih bersifat optimistis. Salah satu pendorong lonjakan pertumbuhan adalah efek basis rendah pada tahun sebelumnya, ketika penerimaan pajak sempat tertekan. 

Pada 2025, kinerja penerimaan pajak juga terbebani lonjakan restitusi yang mencapai sekitar Rp 361 triliun, naik hampir Rp 100 triliun dibandingkan 2024. Lonjakan ini terjadi karena restitusi untuk dua tahun, yakni 2023 dan 2024, dibukukan sekaligus pada 2025.

Ke depan, nilai restitusi diperkirakan menurun sehingga tekanan terhadap penerimaan pajak neto berkurang. Dengan asumsi pertumbuhan yang sama, restitusi tahun ini diproyeksikan berada di kisaran Rp 270 triliun. 

“Kalau enggak ada angka itu, restitusi kita mungkin sekitar Rp 270 triliunan,” kata Purbaya. 

Baca Juga: Menkeu Purbaya Pastikan Insentif Pajak Tak Dipangkas pada 2026

Penurunan restitusi ini dinilai memberi ruang tambahan bagi kas negara.

Selain faktor teknis, pemerintah juga terus memperbaiki sistem pengumpulan pajak. Purbaya menegaskan penyempurnaan sistem Coretax yang sempat bermasalah tahun lalu kini menunjukkan perbaikan signifikan, meski masih ada gangguan kecil. 

Pemerintah akan menambah kapasitas bandwidth hingga Mei 2026 agar hambatan teknis semakin minim. “Gangguan karena bandwidth akan berkurang amat signifikan,” ujarnya.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×