kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Menkeu: BI melakukan tugasnya dengan baik


Senin, 07 April 2014 / 10:52 WIB
ILUSTRASI. Khusus untuk warga Bandung, ada promo diskon Steak si Mantan yang hadir di bulan November 2022 (dok/bank bjb)


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Dunia global sedang disibukkan dengan rencana Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed untuk menaikkan acuan suku bunganya tahun depan. Namun Menteri Keuangan Chatib Basri mengaku justru Bank Indonesia (BI) telah selangkah di depan dengan menaikkan suku bunga sejak tahun lalu.

"BI did job very well. Antisipasi jauh sebelumnya," ujar Chatib dalam diskusi Menyongsong Peta Baru Kebijakan Ekonomi Indonesia di Jakarta, Senin (7/4).

Chatib bilang, BI sejak Juni tahun 2013 lalu sudah mulai menaikkan suku bunga. Hingga akhirnya mencapai 175 bps pada level 7,5%.

Antisipasi yang baik inilah yang kemudian ketika mata uang Argentina peso mengalami kolaps paska pengumuman The Fed terjadi, Indonesia justru hampir tidak ada gejolak yang terjadi.

"Yelen menyatakan naik dampaknya praktis sehari. Setelah itu rupiah kembali (normal)," tandas Mantan Kepala Koordinasi Badan Penanaman Modal (BKPM) ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×