kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Menkes minta lansia jadi prioritas vaksinasi Covid-19 selama Ramadan


Minggu, 18 April 2021 / 14:57 WIB
ILUSTRASI. Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac kepada lansia di Balai Kota Kediri, Jawa Timur,


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta para kepala daerah agar memprioritaskan vaksinasi Covid-19 kepada para lansia selama bulan Ramadan.

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan mengingat saat Lebaran nanti ada kemungkinan banyak keluarga yang ingin bertemu dengan para orang tuanya.

"Jadi tolong dipastikan dalam sebulan ini prioritas diberikan vaksinasi pada para lansia, sehingga mereka, senior-senior kita ini bisa kita lindungi. Kalau nanti dikunjungi keluarganya, mereka sudah relatif imunitasnya lebih baik," ujar Budi seperti dikutip dari saluran youtube Sekretariat Presiden, Minggu (18/4).

Budi juga meminta agar program vaksinasi Covid-19 tetap dijalankan selama bulan ramadan. Hal ini juga mengingat Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 di bulan ramadan tidak membatalkan puasa.

Baca Juga: Menkes: 6 juta bulk vaksin Covid-19 Sinovac tiba di Indonesia

Tak hanya itu, Budi juga mengingatkan supaya masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak meski sudah adanya vaksinasi Covid-19.

Hal ini mengingat masih adanya kenaikan lonjakan kasus di berbagai negara baik di Eropa maupun di Asia.

"Perlu saya ingatkan di sini bahwa jangan sampai program vaksinasi ini membuat kita tidak waspada, jangan sampai program vaksinasi ini membuat kita euforia," katanya.

Adapun, Indonesia kembali menerima 6 juta bulk (bahan baku) vaksin Covid-19 Sinovac. Dengan begitu,  total vaksin yang sudah diterima dari Sinovac sah sebanyak 59,5 juta bulk vaksin, atau setara 46 juta sampai 47 juta dosis vaksin Covid-19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×