kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.910   51,00   0,29%
  • IDX 6.232   105,08   1,71%
  • KOMPAS100 828   20,39   2,53%
  • LQ45 620   8,97   1,47%
  • ISSI 217   1,20   0,56%
  • IDX30 351   3,70   1,06%
  • IDXHIDIV20 429   2,24   0,53%
  • IDX80 94   1,45   1,56%
  • IDXV30 118   0,16   0,13%
  • IDXQ30 112   0,50   0,45%

Menhub akui ada penolakan ganjil-genap saat mudik


Sabtu, 15 April 2017 / 18:19 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sebenarnya usulan aturan penggunaan kendaraan bermotor pelat ganjil genap pada saat Lebaran berasal dari masyarakat.

Kementerian Perhubungan sebagai regulator, kata Budi, tentu saja mendengarkan masukan dari masyarakat, dan kemudian melakukan kajian sebelum mengambil keputusan.

"Tetapi jujur, yang enggak setuju juga banyak. Yang usulkan ada. Yang setuju juga banyak. Jadi, kami timbang-timbang mana yang terbaik kami akan lakukan untuk masyarakat," kata Menhub Budi Karya usai peresmian jalan tol akses Tanjung Priok, Sabtu (15/4).

Menurut perkiraannya, apabila wacana ini diterima dan bisa dijalankan, maka jumlah kendaraan bermotor khususnya roda empat saat mudik Lebaran bisa berkurang 30%. Kementerian Perhubungan menyatakan akan melakukan kajian dalam dua-tiga pekan ke depan.

Menhub yakin dalam waktu yang relatif mepet dengan Lebaran itu, mereka dapat menyelesaikan kajian dan mengambil keputusan. "Cukup (waktunya). Nanti netizen kami tanyain kan. Kami (lakukan) jajak pendapat," ucapnya.

Namun, kemarin, di sela-sela kunjungannya ke Stasiun Pasar Senen, Menhub juga menyadari kemungkinan wacana ini tidak efektif karena sosialisasi mepet.

"Susahnya kalau sosialisasinya tidak maksimal. Tiba-tiba mereka (petugas) menemukan pelanggaran. Dia (pemudik) tidak boleh jalan, bagaimana rasanya?" kata Budi Karya, Jumat (14/4).

Maka dari itu ia pun akan menyegerakan wacana ini dieksekusi. "Jadi, kami lagi diskusikan ini," pungkas Budi.

(Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×