kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.723   -21,00   -0,12%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Menengok Sisi Lain Maybank Marathon 2026, dari Limbah Tekstil hingga Netral Karbon


Selasa, 25 Agustus 2026 / 19:38 WIB
Menengok Sisi Lain Maybank Marathon 2026, dari Limbah Tekstil hingga Netral Karbon
ILUSTRASI. Sustainability Day 2026 di Maybank Marathon (Dok/Ahmad Febrian)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - GIANYAR.  Kain-kain hasil pengolahan kembali limbah tekstil berjajar di salah satu sudut race village Maybank Marathon 2026 di Bali United Training Center, Gianyar, Bali. 

Pemandangan yang berbeda dari race village. Beragam motif terlihat pada kain yang dipajang di area Sustainability Pavilion tersebut. Di bawah kain-kain tersebut, sebuah keranjang bertuliskan Textile Waste Drop Off disediakan untuk menampung limbah tekstil.

Area tersebut tak sekadar menjadi pajangan. Sejumlah pengunjung terlihat berhenti untuk melihat-lihat. Beberapa di antaranya bertanya kepada penjaga booth mengenai produk yang tersedia. Ada pula pengunjung yang membeli produk yang dipajang.

Rekynd yang merupakan perusahaan sosial itu menampilkan sejumlah aktivitas pengelolaan limbah tekstil. Mulai dari textile waste management, clothes swap event, charity bazaar, thrift by kilogram, repair corner hingga workshop dan sharing session.

Berdasarkan informasi yang terpampang di lokasi, hingga Agustus 2025 lebih dari 20.000 pakaian dengan bobot sekitar 7 ton telah diselamatkan agar tidak berakhir di landfill. Lebih dari 4.500 orang juga telah mendapatkan edukasi melalui berbagai program yang dijalankan.

Aktivitas tersebut menjadi bagian dari agenda keberlanjutan yang dibawa dalam rangkaian Maybank Marathon 2026.  Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan mengatakan, agenda keberlanjutan memang menjadi bagian dari penyelenggaraan Maybank Marathon.

Baca Juga: Maybank Marathon Integrasikan Agenda Keberlanjutan Menuju Netralitas Karbon 2030

"Setiap acara Maybank Marathon pasti selalu kami kemas juga dengan acara peduli lingkungan atau berkelanjutan (sustainability)," kata Steffano di Gianyar, Bali, akhir pekan lalu. 

Upaya tersebut juga melalui gerakan Jejak Hijau. Maybank membawa isu keberlanjutan lebih dekat dengan pelari, masyarakat dan pengunjung yang hadir dalam rangkaian Maybank Marathon.

Persoalan lingkungan menjadi relevan seiring besarnya skala penyelenggaraan lomba. Maybank Marathon 2026 diikuti 14.100 pelari dari 46 negara.

Maybank mulai melakukan penghitungan jejak emisi dari penyelenggaraan Maybank Marathon. Pengukuran tersebut menjadi salah satu landasan dalam menyusun langkah dekarbonisasi menuju target menjadikan Maybank Marathon sebagai ajang marathon netral karbon pada 2030.

Head of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska mengatakan, agenda keberlanjutan Maybank Marathon mencakup tiga pilar, yakni pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta lingkungan dan dekarbonisasi.

Praktik keberlanjutan tersebut antara lain dilakukan melalui pengelolaan sampah dan kegiatan plogging atau berlari sembari memungut sampah.

Selain persoalan lingkungan, Sustainability Day 2026 membawa aspek pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui Maybank Women Eco-Weavers (MWEW), program Maybank Foundation yang tahun ini memasuki usia satu dekade.

Program tersebut berfokus pada pemberdayaan perempuan sekaligus pelestarian tradisi menenun. Dalam Sustainability Day 2026, perjalanan MWEW ditampilkan melalui apresiasi, gelar wicara hingga lokakarya menenun.

Ada pula program Jejak Hijau Desa Sanding yang diarahkan untuk mendorong transformasi Desa Sanding menjadi desa berkelanjutan. Selain itu, Piduh Charity Program ditujukan untuk memberdayakan 100 generasi muda, penyandang disabilitas dan anak yatim di Bali.

Berbagai aktivitas tersebut memperlihatkan sisi lain dari penyelenggaraan Maybank Marathon. Ceritanya tak berhenti ketika para pelari mencapai garis finish.

Dari kain hasil pengolahan limbah tekstil yang menarik pengunjung untuk berhenti, bertanya hingga membelinya di Race Village, hingga upaya mengukur emisi penyelenggaraan lomba, isu keberlanjutan mulai dibawa ke tengah sebuah ajang olahraga yang melibatkan ribuan orang.

Maybank telah menentukan garis finis lainnya. Bukan soal waktu tempuh ataupun personal best, melainkan membawa Maybank Marathon menuju ajang marathon netral karbon pada 2030.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×