kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Meneg KUKM Targetkan Pengucuran KUR kepada Lima Juta Debitur


Selasa, 23 Februari 2010 / 10:58 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Syarief Hasan menargetkan, pada tahun ini pengucuran kredit usaha rakyat (KUR) dapat menyisir empat hingga lima juta debitur.

Menurut Syarief, jika tahun lalu ada sekitar 2,5 juta debitur, tahun ini diharapkan bisa berlipat ganda. "Kalau bisa lebih dari itu, dapat empat sampai lima juta debitur lebih bagus," ucap Syarief Hasan usai rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian, Selasa (23/2). Dia optimistis, hal tersebut akan tercapai. Pasalnya, instrumen pendukung telah siap dan jaringan penyaluran kredit lebih luas. "Sekarang kan Pemerintah sudah relaksasi. Bank juga dari enam jadi 19," sambungnya.

Soal pemantapan teknis penyaluran kredit, Syarief mengatakan, pihaknya akan mengadakan pertemuan esok, Kamis (25/2) ini dengan perbankan terkait. "Besok tanggal 25 Februari ada rapat dengan bank-bank," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, penyaluran KUR terganjal oleh beratnya suku bunga pinjaman dan susahnya akses penyaluran. Pada 2009 kemarin jumlah kredit yang tersalurkan hanya sekitar Rp 16,5 triliun dengan jumlah debitur mencapai 2,3 orang hingga 2,4 juta orang. Rata-rata pinjaman debitur KUR tercatat sebesar Rp 7,15 juta.

Saat ini, Pemerintah menyediakan jumlah penjaminan KUR sebesar Rp2 triliun per tahun selama periode 2010-2014 dari APBN. Pengadaan dana ini memungkinkan penyaluran KUR sebesar Rp 20 triliun per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×