kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.985   10,00   0,06%
  • IDX 7.337   -248,32   -3,27%
  • KOMPAS100 1.020   -39,17   -3,70%
  • LQ45 751   -25,47   -3,28%
  • ISSI 257   -9,75   -3,65%
  • IDX30 397   -12,77   -3,11%
  • IDXHIDIV20 493   -13,82   -2,73%
  • IDX80 115   -4,19   -3,52%
  • IDXV30 133   -4,17   -3,04%
  • IDXQ30 129   -4,15   -3,13%

Mendagri Minta Masyarakat Tidak Panic Buying Jelang Hari Raya Idulfitri


Senin, 09 Maret 2026 / 18:10 WIB
Mendagri Minta Masyarakat Tidak Panic Buying Jelang Hari Raya Idulfitri
ILUSTRASI. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (Dok/Kemendagri)


Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.O.ID - JAKARTA. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta masyarakat tidak melakukan panic buying atau membeli bahan pokok maupun bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan. 

“Jadi, masyarakat sekali lagi tidak perlu panik. Itu hal yang terpenting,” kata Tito Karnavian dalam keterangannya, Senin (9/3/2026). 

Ia menjelaskan, pembelian berlebihan justru berpotensi menimbulkan masalah baru karena dapat mengganggu rantai pasok kebutuhan masyarakat. 

“Tidak perlu panic buying. Justru panic buying akan membuat gangguan terhadap rantai suplai,” jelasnya.

Baca Juga: Lonjakan Harga Minyak Dunia Berpotensi Perlebar Defisit APBN Indonesia

Tito juga menepis anggapan bahwa lonjakan inflasi Februari secara tahunan (year-on-year/YoY) sebesar 4,76 persen disebabkan oleh kelangkaan bahan pokok di dalam negeri.

Menurutnya, komoditas makanan dan minuman masih relatif terkendali. 

Ia menegaskan, Indonesia saat ini memiliki cadangan beras nasional sekitar 4 juta ton yang dinilai sangat mencukupi. 

“Indonesia saat ini berstatus swasembada beras dengan cadangan nasional sekitar 4 juta ton yang sangat mencukupi,” ujarnya. 

Dari sisi intervensi pasar, Perum Bulog masih memiliki sisa cadangan beras. 

Pemerintah sendiri baru menyalurkan sekitar 1 juta ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). 

“Cadangan yang harusnya dilepas oleh Bulog sekitar 1,5 juta ton saja masih tersisa. Kita punya stok kurang lebih 4 juta ton, dan baru dilepas sekitar 1 juta ton untuk beras SPHP. Artinya ketersediaan stok beras kita cukup,” jelasnya. 

Selain itu, Mendagri juga meminta seluruh kepala daerah memimpin rapat koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha pasar di daerah masing-masing. 

Untuk memastikan ketersediaan pasokan serta mendorong intervensi melalui Gerakan Pasar Murah guna membantu masyarakat.

Ia juga meminta kepala daerah memberikan pernyataan resmi kepada publik untuk menenangkan masyarakat bahwa stok kebutuhan pokok di daerahnya aman. 

“Nah, tugas kita pemerintah meyakinkan dan menenangkan masyarakat bahwa stok kita cukup,” tegasnya.

Baca Juga: Danantara Siapkan Anggaran hingga Rp 16 Triliun untuk Proyek Rusun Subsidi Meikarta

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/03/09/17392271/mendagri-tito-masyarakat-tak-perlu-panic-buying-jelang-idul-fitri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×