kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.618   65,00   0,37%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mendagri: Mari lawan radikalisme dan terorisme


Kamis, 25 Mei 2017 / 14:23 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mewakili seluruh jajaran Kementerian Dalam Negeri menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap meninggalnya tiga orang polisi akibat ledakan bom di Kampung Melayu, Rabu (24/5) malam.

“Saya menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Bripda Taufan, Bripda Ridho dan Bripda Imam serta seluruh korban luka,” ujar Mendagri melalui pesan tertulis, Kamis (25/5).

Ia juga optimistis pihak kepolisian akan mampu mengungkap pelaku dan motif atas aksi tersebut. Oleh karena itu Mendagri mengajak seluruh elemen bangsa bersatu meningkatkan deteksi dini dan melawan terorisme serta radikalisme dalam bentuk apapun.

"Mari kita lawan radikalisme dan terorisme di NKRI, seluruh masyarakat, elemen bangsa harus bersatu untuk melawan radikalisme terorisme dalam bentuk apapun juga. Indonesia tidak boleh kalah terhadap radikalisme dan terorisme," lanjut Tjahjo.

Pernyataan itu disampaikan Tjahjo berkaitan ledakan yang diduga bom bunuh diri di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam. Sebelumnya terjadi ledakan dekat di halte bus Trans Jakarta Kampung Melayu. Tiga polisi gugur akibat peristiwa tersebut. Dua orang yang diduga pelaku juga meninggal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×