kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Mendagri: Kepala Derah wajib jalankan program BLSM


Rabu, 19 Juni 2013 / 17:02 WIB
ILUSTRASI. Film Penyalin Cahaya yang dibintangi Shenina Cinnamon dan Chicco Kurniawan dapat mulai ditonton di Netflix minggu ini.


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengingatkan agar para kepala daerah patuh untuk menjalankan program kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yakni bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) yang akan dijalankan pemerintah.

Menurut Gamawan, meski secara pribadi para kepala daerah bisa menolak pemberian BLSM, tetapi karena jabatan yang diembannya, mengharuskan mereka melaksanakan program pemerintah tersebut.

"Kepala daerah itu wakil pemerintah pusat di daerah. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2013. Masa wakil pemerintah pusat tidak mendukung," kata Gamawan saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/6).

Gamawan menambahkan, meski kepala daerah berasal dari partai politik tertentu, tetapi setelah resmi menjabat ia sudah masuk dalam sistem pemerintahan nasional.

Oleh karena itu, sambung Gamawan, sudah seyogianya kepala daerah taat pada sistem pemerintahan nasional. Meski demikian, ia mengaku tak dapat melarang jika penolakan itu dilakukan secara pribadi.

"Pak Jokowi sudah nyatakan kok secara pribadi menolak, tapi sebagai kepala daerah harus menjalankan," imbuh Gamawan mencontohkan.

Bahkan, lanjut Gamawan, pihaknya juga sudah menyampaikan edaran kepada para kepala daerah untuk melaksanakan sekaligus mengamankan program BLSM yang akan dilakukan pemerintah.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Gubernur Jateng terpilih Ganjar Pranowo telah menyatakan penolakannya terhadap program pemberian BLSM sebagai kompensasi atas kenaikan harga BBM yang akan disalurkan pemerintah.

Jokowi menilai, sebaiknya bantuan tersebut diberikan kepada usaha kecil dan usaha rumah tangga saja. Sedangkan Ganjar mengatakan sejumlah masyarakat yang ditemuinya justru menolak diberi BLSM karena merasa malu dengan mental pengemis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×