kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Mendag Thomas Lembong siap buka impor pangan


Jumat, 14 Agustus 2015 / 21:48 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan, impor pangan tidak begitu luar biasa besar dibandingkan total impor RI. Di satu sisi, bobot komoditas pangan dalam inflasi sangat besar. "Kesan saya, andai kita buka keran impor, neraca perdagangan masih oke. Tapi dampak inflasi bisa turun, pasti besar," kata Thomas ditemui di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal  (BKPM), Jakarta, Jumat (14/8).

Sebagaimana diketahui usai Lebaran tahun ini, harga sejumlah bahan pangan masih stabil tinggi, seperti daging sapi, daging ayam, cabai rawit merah, dan bawang merah. Ancaman kenaikan harga beras juga mengintai seiring dengan prediksi dampak El Nino. Gelombang panas ini  diprediksi akan mengganggu produksi beras. 

Melihat kondisi tersebut, Thomas mengatakan dirinya paham bahwa swasembada pangan adalah hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar. Namun di sisi lain, Presiden Joko Widodo pun mengakui, mencapai swasembada pangan butuh waktu dan proses. 

Oleh karenanya, Thomas bilang, selagi menunggu swasembada pangan tercapai, impor pangan dibutuhkan untuk menjaga agar tidak ada kenaikan harga yang drastis. "Kita ingin mengimbangi upaya swasembada pangan tidak terlalu drastis. Rasanya perlu buka keran impor agar inflasi terbantu," kata dia. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×