kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

Mencermati Skema Contract Farming dalam Penguatan Ekosistem Pangan


Selasa, 28 Juli 2026 / 15:56 WIB
Mencermati Skema Contract Farming dalam Penguatan Ekosistem Pangan
ILUSTRASI. Petani binaan PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) (KONTAN/Amalia Nur Fitri)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Skema contract farming antara  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pelaku usaha pangan rakyat dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pangan nasional melalui kepastian pasar bagi petani sekaligus menjamin pasokan bahan pangan berkualitas untuk program MBG. 

Model ini tidak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal, memperpendek rantai pasok, meningkatkan efisiensi distribusi, dan memperkuat posisi petani sebagai bagian penting dalam ekosistem pangan nasional.

Ketua Umum Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani), Idham Arsyad mengatakan, skema contract farming antara SPPG dengan kelompok tani, peternak, pembudidaya ikan, koperasi serta kelembagaan ekonomi petani lainnya harus terus didorong dalam rangka penguatan kemandirian pangan.

“Dengan menghubungkan kebutuhan pangan SPPG dengan produksi petani lokal, manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat diperluas sekaligus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat dan penguatan kemandirian pangan nasional,” kata Idham dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026). 

Baca Juga: Harga Bawang Putih Melejit, Bapanas Siapkan Intervensi Panggil Importir & Distributor

Idham mengatakan program MBG memberikan manfaat ganda, yakni menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, membuka kepastian pasar bagi petani, menggerakkan ekonomi desa, dan memperkuat kemandirian pangan nasional.

Idham menjelaskan bahwa kebutuhan pangan SPPG dalam jumlah besar dan berkelanjutan membuka peluang pasar baru bagi petani dan produsen pangan rakyat. Melalui skema contract farming, kebutuhan SPPG dapat dipertemukan dengan kapasitas produksi petani sehingga memberikan kepastian komoditas, volume, kualitas, jadwal pasokan, dan harga. 

Model tersebut juga dinilai mampu memperpendek rantai pasok, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memperbesar perputaran ekonomi pangan di tingkat lokal.

Gerbang Tani menilai contract farming dapat memperkuat akses petani terhadap pembiayaan dengan menghadirkan kepastian pasar dan pembeli. Skema ini mampu menyatukan produksi, pembiayaan, pendampingan, dan pemasaran dalam satu ekosistem sehingga petani lebih mudah mendapatkan modal, sementara SPPG memperoleh kepastian pasokan.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Penguatan Stabilitas Harga Pangan Lewat Warung Pangan ID FOOD

Gerbang Tani mengusulkan pengembangan proyek percontohan contract farming SPPG di sentra produksi pangan dengan melibatkan kelompok tani, peternak, pembudidaya ikan, dan koperasi. Model ini diperkuat melalui pemetaan kebutuhan, pendampingan, standar keamanan pangan, teknologi, serta akses pembiayaan. 

Menurut Idham, langkah tersebut dapat memperkuat rantai pasok berbasis produksi rakyat sekaligus mendukung agenda swasembada pangan, penguatan ekonomi desa, dan peningkatan kesejahteraan petani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×