kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Menanti kesaksian pengusaha Yudi di sidang Luthfi


Senin, 07 Oktober 2013 / 08:04 WIB
ILUSTRASI. Promo J.CO Beli 1 Gratis 1 Brown Sugar Latte dan Iced Lemon Tea (dok/J.CO)


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pengusaha Yudi Setiawan (36) akan kembali bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap pengaturan kuota impor daging sapi dan pencucian uang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (7/10/2013). Kali ini, Yudi akan bersaksi untuk terdakwa mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishhaq terkait kasus pencucian uang.

"Pak Yudi akan bersaksi untuk Luthfi Hasan Ishaaq soal pencucian uang," tulis pengacara Yudi, Fidel Angwarmasse, melalui pesan singkat, Minggu (6/10/2013).

Sidang rencananya berlangsung pukul 09.00 dan dipimpin Ketua Majelis Hakim Gusrizal. Direktur PT Cipta Inti Parmindo itu merupakan salah satu saksi kunci dalam kasus ini.

Sebelumnya, Yudi telah bersaksi untuk terdakwa Ahmad Fathanah. Dalam kesaksiannya, Yudi mengaku memberikan sejumlah uang atas permintaan Luthfi maupun Fathanah.

Dalam dakwaan, Yudi bersama Fathanah, dan Luthfi pernah bertemu untuk membahas proyek di Kementerian Pertanian. Di antaranya proyek benih jagung dan kopi. Fathanah disebut beberapa kali menerima uang dari Yudi karena memuluskan perusahaan Yudi memenangkan proyek itu.

Untuk diketahui, Luthfi dan teman dekatnya Fathanah didakwa melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Fathanah didakwa bersama-sama Luthfi menerima uang Rp 1,3 miliar dari PT Indoguna Utama terkait kepengurusan kuota impor daging sapi. (Dian Maharani/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×