kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Menaker: Industri harus buat skema transformasi


Rabu, 25 Oktober 2017 / 20:12 WIB
Menaker: Industri harus buat skema transformasi


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi hal yang tengah disoroti karena dampak terpuruknya sejumlah industri. Salah satu penyebab banyaknya gelombang PHK ditenggarai karena perkembangan ekonomi digital.

Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri meminta semua industri untuk melakukan transformasi. Yakni dengan cara mulai menyusun skema transformasi. Jadi, menurut Hanif industri juga harus mengantisipasi konsekuensi terhadap perubahan sektor para pekerja.

Inisiatif penyusunan skema transformasi ini akan bisa memetakan pekerja yang harus ditingkatkan kemampuannya.

"Ini yang kita minta tolong betul kepada industri untuk menyiapkan skema transformasi. Agar pengaruh terhadap tenaga kerja bisa diantisipasi," kata Hanif, Rabu (25/10).

Dia bilang, di sisi lain jika kembali terjadi gelombang PHK, pemerintah akan memastikan jika pemutusan hubungan kerja itu sesuai dengan aturan. Tak hanya itu, pengawasan pasca PHK juga dinilai penting menurutnya.

"Bagaimana proses PHK-nya benar, pesangonnya dibayar. Tapi kan problemnya habis itu mereka kerja apa,"jelas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×