kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Memperin sebut industri cari alternatif untuk mendapatkan bahan baku selain China


Rabu, 04 Maret 2020 / 19:30 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (4/2). 


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengakui industri di dalam negeri tengah mencari negara alternatif yang menyediakan bahan baku untuk industri. Hal ini dikarenakan industri dalam negeri kesulitan mendapatkan bahan baku dari China.

"30% impor untuk bahan baku industri, suka atau tidak suka, memang berasal dari China. Memang sekarang industri harus melakukan aksi korporasi untuk mencari negara alternatif untuk mendapatkan bahan baku agar proses produksi tidak mengalami gangguan," ujar Agus, Rabu (4/3).

Baca Juga: Pasokan bahan baku terganggu karena corona, Kalbe Farma: Harga obat belum naik

Meski sudah mencari negara lain sebagai alternatif, Agus mengatakan, pelaku usaha dari Indonesia pun harus bersaing dengan negara lain untuk memperebutkan bahan baku. Pasalnya, bukan hanya Indonesia yang mengimpor bahan baku dari China.

"Industri dari Indonesia dan negara lain akan mencari alternatif. Alternatifnya juga itu-itu saja, jadi ada rebutan produk yang diimpor sebagai bahan baku. Itu tentu akan menyebabkan peningkatan harga," jelas Agus.

Baca Juga: Pemerintah beri stimulus untuk redam dampak corona, ini yang dibutuhkan pengusaha




TERBARU

[X]
×