kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.812   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Tak Semua Menteri Upacara di Istana Merdeka, Ada yang Fokus Penanganan Bencana di NTT


Senin, 17 Agustus 2026 / 08:29 WIB
Tak Semua Menteri Upacara di Istana Merdeka, Ada yang Fokus Penanganan Bencana di NTT
ILUSTRASI. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tidak semua Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, sejumlah menteri dan wakil menteri mengikuti upacara di daerah. Bahkan, beberapa di antaranya ditugaskan untuk memimpin sekaligus memastikan penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Jadi ada beberapa Menteri dan Wakil Menteri anggota Kabinet Merah Putih yang memang ada beberapa melaksanakan upacara, tidak di Jakarta,” kata Prasetyo saat ditemui di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).

Baca Juga: Mensesneg: 8.100 Kursi Disiapkan untuk Undangan Masyarakat di HUT ke-81 RI

Salah satunya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan yang memimpin upacara peringatan HUT ke-81 RI di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, sejumlah pejabat lainnya berada di NTT untuk memantau langsung penanganan bencana gempa bumi yang terjadi di wilayah tersebut.

Prasetyo menyebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Pekerjaan Umum (PU), Wakil Menteri Kesehatan, serta Wakil Menteri Sosial berada di NTT dalam rangka penanganan bencana.

“Kemudian juga ada beberapa Menteri yang oleh karena kemarin sekali lagi kita menyampaikan rasa dukacita mendalam, karena telah terjadi musibah gempa bumi yang cukup besar di Nusa Tenggara Timur, maka ada beberapa Menteri yang memang hari ini memimpin upacara,” ujarnya.

Menurut Prasetyo, para menteri tersebut tidak sekadar mengikuti upacara di daerah, tetapi juga memastikan proses penanganan bencana gempa di NTT berjalan dengan baik.

Ia menilai penanganan terhadap masyarakat terdampak bencana tetap menjadi perhatian pemerintah meskipun Indonesia tengah merayakan momentum kemerdekaan.

Baca Juga: Upacara 17 Agustus Di gelar di Istana, Ada Atraksi Jet Tempur dan Pagelaran Budaya

“Jadi, di tengah-tengah kita merayakan kemerdekaan, tentu saja di satu sisi kita tetap harus memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kemarin pernah bencana itu semua tertangani dengan sebaik-baiknya,” tutur Prasetyo.

Sebelumnya, gempa bumi melanda wilayah NTT dan pemerintah langsung melakukan koordinasi untuk memastikan penanganan terhadap masyarakat terdampak.

Kehadiran sejumlah menteri dan wakil menteri di NTT menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memantau kondisi di lapangan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani.

Di sisi lain, peringatan HUT ke-81 RI tetap berlangsung di Istana Merdeka dengan dihadiri masyarakat dan para pejabat yang tidak ditugaskan ke daerah.

Prasetyo mengatakan, pemerintah tahun ini menyiapkan sekitar 8.100 kursi bagi masyarakat yang mendapatkan undangan untuk mengikuti rangkaian peringatan HUT RI di Istana.

“Tahun ini kurang lebih total 8.100 kursi yang kami siapkan, tapi kemarin kami beri tambahan 2 blok, jadi ada tambahan 1.700 untuk di pagi hari dan 1.700 untuk di acara sore hari penurunan bendera,” jelasnya.

Baca Juga: Selamat Hari Merdeka! Ini Logo & Contoh Ucapan HUT Ke-81 Kemerdekaan Indonesia

Pemerintah juga menyiapkan tenda di Jalan Merdeka Utara bagi masyarakat yang belum mendapatkan war ticket untuk masuk ke area Istana. Fasilitas tersebut dilengkapi layar lebar sehingga masyarakat tetap dapat menyaksikan seluruh prosesi upacara.

Prasetyo mengatakan tingginya antusiasme masyarakat membuat tidak semua pendaftar memperoleh kesempatan untuk mendapatkan tiket. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan kapasitas yang tersedia.

“Terus terang memohon maaf karena keterbatasan, kami monitor banyak sekali juga yang antusias mendaftar belum pernah juga, tahun lalu juga belum menang, belum beruntung mendapatkan tiket, tahun ini juga belum beruntung lagi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×