kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Memperin sebut industri cari alternatif untuk mendapatkan bahan baku selain China


Rabu, 04 Maret 2020 / 19:30 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (4/2). 


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Karena itu, Agus mengatakan pemerintah akan membantu industri untuk mendapatkan bahan baku. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan insentif berupa keringanan bea masuk.

Menurut Agung, keringanan bea masuk ini hanya diberikan untuk industri-industri yang mengimpor bahan baku. Sementara, untuk industri yang tidak mengimpor bahan baku tidak akan diberikan keringanan.

Baca Juga: Berhasil menguat hari ini, begini prediksi IHSG untuk besok

"Kalau bisa bea masuknya dinolkan, jauh lebih bagus. Tetapi paling tidak ada keringanan," tambah Agus.

Tak hanya itu, Agus pun mengatakan pihaknya telah meminta Kementerian BUMN dan BI agar memberikan keringanan biaya untuk perusahaan yang membuka Letter of Credit (LC).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×