kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Memperin sebut industri cari alternatif untuk mendapatkan bahan baku selain China


Rabu, 04 Maret 2020 / 19:30 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (4/2). 


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Karena itu, Agus mengatakan pemerintah akan membantu industri untuk mendapatkan bahan baku. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan insentif berupa keringanan bea masuk.

Menurut Agung, keringanan bea masuk ini hanya diberikan untuk industri-industri yang mengimpor bahan baku. Sementara, untuk industri yang tidak mengimpor bahan baku tidak akan diberikan keringanan.

Baca Juga: Berhasil menguat hari ini, begini prediksi IHSG untuk besok

"Kalau bisa bea masuknya dinolkan, jauh lebih bagus. Tetapi paling tidak ada keringanan," tambah Agus.

Tak hanya itu, Agus pun mengatakan pihaknya telah meminta Kementerian BUMN dan BI agar memberikan keringanan biaya untuk perusahaan yang membuka Letter of Credit (LC).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×