kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Masih ada warga bandel, IDI: Social distancing harus diawasi aparat


Kamis, 26 Maret 2020 / 11:29 WIB
ILUSTRASI. Penumpang tampak duduk dengan jarak yang telah ditentukan di Stasiun MRT, Jakarta, Minggu (22/03). IDI menyebut social distancing harus diawasi aparat. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi Mahadi

Daeng pun mengingatkan, jika kebijakan ini tidak diterapkan dengan baik, tidak menutup kemungkinan penyebaran virus corona kian masif. Dalam dua hari terakhir saja, jumlah kasus positif baru telah mencapai angka di atas seratus kasus. 

"Kalau ini tidak ditekan, itu kasus berbondong-bondong ke rumah sakit. Rumah sakit kita terbatas kapasitasnya, tenaganya, ruanganya, alatnya, obatnya kan terbatas. Kalau itu berlimpah, tidak dibendung sumbernya itu, berat rumah sakit," ujar dia. 

Baca Juga: Kemendag buka pintu lebar impor alkes dan APD karena corona, berikut rinciannya

"Itu bermasalah nanti ke depan kayak di Jerman, di Italia, itu kebingungan petugas kesehatan karena (pasien) berlimpah," lanjut Daeng. 

Untuk diketahui, saat ini jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 790 kasus per 25 Maret 2020. Ada penambahan 105 kasus positif baru dalam satu hari sejak Selasa (24/3). Dari 790 kasus, sebanyak 31 pasien sembuh dan 58 meninggal dunia. (Dani Prabowo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Masih ada Warga Bandel, IDI: 'Social Distancing' Harus Diawasi Aparat"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×