kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.963   116,00   0,65%
  • IDX 5.889   -305,94   -4,94%
  • KOMPAS100 780   -43,96   -5,33%
  • LQ45 591   -28,72   -4,64%
  • ISSI 204   -10,98   -5,12%
  • IDX30 335   -14,44   -4,13%
  • IDXHIDIV20 414   -13,76   -3,21%
  • IDX80 89   -4,95   -5,29%
  • IDXV30 113   -4,58   -3,90%
  • IDXQ30 109   -3,81   -3,39%

Masih ada warga bandel, IDI: Social distancing harus diawasi aparat


Kamis, 26 Maret 2020 / 11:29 WIB
ILUSTRASI. Penumpang tampak duduk dengan jarak yang telah ditentukan di Stasiun MRT, Jakarta, Minggu (22/03). IDI menyebut social distancing harus diawasi aparat. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi Mahadi

Daeng pun mengingatkan, jika kebijakan ini tidak diterapkan dengan baik, tidak menutup kemungkinan penyebaran virus corona kian masif. Dalam dua hari terakhir saja, jumlah kasus positif baru telah mencapai angka di atas seratus kasus. 

"Kalau ini tidak ditekan, itu kasus berbondong-bondong ke rumah sakit. Rumah sakit kita terbatas kapasitasnya, tenaganya, ruanganya, alatnya, obatnya kan terbatas. Kalau itu berlimpah, tidak dibendung sumbernya itu, berat rumah sakit," ujar dia. 

Baca Juga: Kemendag buka pintu lebar impor alkes dan APD karena corona, berikut rinciannya

"Itu bermasalah nanti ke depan kayak di Jerman, di Italia, itu kebingungan petugas kesehatan karena (pasien) berlimpah," lanjut Daeng. 

Untuk diketahui, saat ini jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 790 kasus per 25 Maret 2020. Ada penambahan 105 kasus positif baru dalam satu hari sejak Selasa (24/3). Dari 790 kasus, sebanyak 31 pasien sembuh dan 58 meninggal dunia. (Dani Prabowo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Masih ada Warga Bandel, IDI: 'Social Distancing' Harus Diawasi Aparat"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×