kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Marzuki Alie pernah dengar aliran dana ke Kongres Demokrat


Selasa, 22 Oktober 2013 / 10:39 WIB
ILUSTRASI. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Cipta Wahyana

JAKARTA. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie hadir memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalani pemeriksaan. Marzuki Alie dijadwalkan KPK untuk menjalani pemeriksaan hari ini Selasa (22/10) untuk tersangka Anas Urbaningrum dalam kasus dugaan gratifikasi proyek Hambalang.

"Saya bukan koruptor, kok. Saya dipanggil sebagai Ketua DPR, diminta keterangan selaku Ketua DPR. Saya memberikan keterangan untuk tersangka Anas Urbaningrum sekalu Anggota DPR atas proyek Hambalang," tutur Marzuki kepada wartawan di Kantor KPK, Jakarta, Selasa (22/10).

Marzuki datang ke Kantor KPK pada pukul 09.50 WIB. Kerika ditanya mengenai dana yang mengalir dalam acara Kongres Partai Demokrat di Bandung pada tahun 2010 lalu, Marzuki menjawab bahwa dia pernah mendengar. "Kalau mendengar, iya, tapi saya tidak tahu. Saya hanya dengar suara-suara saja. Saya tidak mau tahu urusan-urusan begitu karena urusan itu tanggung jawab masing-masing kepada Tuhannya masing-masing," ujar dia.

Namun, ketika ditanyai mengenai apakah dirinya mengetaui dugaan gratifikasi yang diterima Anas, Marzuki mengaku baru mengetahui setelah kasus tersebut disidik KPK. "Saya tidak pernah bersentuhan dengan kasus Hambalang. Jadi tidak ada satu lembar dokumen pun karena saya tidak pernah bersentuhan dengan masalah Hambalang," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×