Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memprediksi Bank Indonesia (BI) masih akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang dijadwalkan pada 18-19 Agustus 2026.
"Proyeksi BI Rate akan menahan (di level 5,75%)," ujar David kepada Kontan, Minggu (16/8/2026).
Menurut David, keputusan tersebut sejalan dengan kondisi pasar yang relatif kondusif. Investor mulai kembali risk on ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut tercermin dari tren imbal hasil (yield) obligasi yang menurun serta penguatan nilai tukar rupiah.
Baca Juga: OIKN Gelontorkan Rp 2 Miliar untuk HUT RI ke-81 di IKN, Ini Rinciannya
Dalam catatan Kontan, yield Surat Berharga Negara (SBN) yield 10 tahun menunjukkan tren penurunan tipis ke kisaran 7,21% pada pertengahan Agustus 2026, setelah sempat naik di kisaran 7,29% - 7,37% pada akhir Juli 2026.
Di sisi lain, David melihat sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS), seperti data ketenagakerjaan dan inflasi, mulai menunjukkan pelemahan. Sementara itu, sejumlah data sektor riil Indonesia juga mengalami pelemahan.
Untuk menjaga momentum penguatan rupiah, David menyarankan BI tetap memberikan tingkat imbal hasil (yield) yang menarik pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Menurutnya, dalam jangka pendek pada Agustus 2026, rupiah berpotensi relatif stabil dan menguat.
"Rupiah dalam jangka pendek Agustus akan relatif stabil menguat karena faktor eksternal seperti yang saya sebutkan di atas plus pengaruh musiman menurunnya outstanding pembayaran utang dan jatuh tempo SBN dan SRBI," jelas David.
Baca Juga: Gempa Flores M7,7 Picu 1.624 Gempa Susulan, BMKG Ungkap Perkembangan Terbaru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
