Reporter: Petrus Dabu | Editor: Edy Can
JAKARTA. Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price) Maret 2012 lalu kembali naik. Rata-rata ICP Maret lalu mencapai US$ 128,14 per barel. Harga ini naik dibandingkan Februari lalu yang sebesar US$ 122,17 per barel
Dalam siaran persnya, Tim harga minyak menyatakan peningkatan harga minyak mentah Indonesia tersebut sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional. Penyebabnya karena ekspor minyak mentah Iran Maret 2012 dilaporkan turun hingga 300.000 barel per hari sebagai imbas konfrontasi Iran dengan negara-negara Barat akibat isu nuklir.
Faktor lainnya adalah proyeksi produksi minyak mentah dari negara-negara non Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) tahun 2012 menunjukkan penurunan dibandingkan proyeksi pada bulan sebelumnya. International Energy Agency (IEA) merevisi produksi minyak mentah non OPEC tahun 2012 menjadi sebesar 53,45 juta barel per hari atau turun 0,19 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya.
Demikian juga Energy Information Administration (EIA) merevisi produksi minyak mentah non OPEC tahun 2012 menjadi sebesar 53,45 juta barel per hari atau turun 0,19 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya.
Sedangkan, OPEC merevisi produksi minyak mentah non OPEC tahun 2012 menjadi sebesar 52,90 juta barel per hari atau turun 0,20 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya. Selain itu, kenaikan harga minyak mentah juga karena meningkatnya konsumsi di Amerika Serikat dan adanya penyelesaian krisis utang di Eropa.
Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah karena meningkatnya konsumsi minyak di Jepang untuk keperluan pembangkit listrik dan masih relatif tingginya permintaan produk minyak dari China dan India.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











