kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Malaysia ikut buru bos Gold Bullion Indonesia


Minggu, 23 November 2014 / 20:47 WIB
Malaysia ikut buru bos Gold Bullion Indonesia
ILUSTRASI. Sinopsis Transformers: Ries of the Beasts, Tayang Mulai Hari ini (7/6) di Bioskop


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Perjuangan nasabah PT Gold Bullion Indonesia (GBI) untuk mendapatkan kembali uang mereka tak pernah berhenti. Setelah gagal mencari aset GBI pasca dinyatakan pailit, kini mereka mengejar jajaran Direksi GBI yang diduga melarikan diri ke Malaysia. Apalagi Direktur Utama GBI Fadzli Bin Mohamed warga negara Malaysia.

Ketua Koordiantor Forum Perjuangan Nasabah (FPN) GBI Taufiq Kurniawan mengatakan pada pekan lalu, mereka telah mendatangi Kantor Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, mereka menyampaikan apa yang menjadi kesulitan para nasabah akibt ulah Fadzli yang adalah warga negara Malaysia yang meninggalkan nasabah GBI tanpa kejelasan soal pengembalian uang mereka.

"Mr.Naim Kepolisian Malaysia yang berkedudukan di Kedubes Malaysia di darah Kuningan, Jakarta, siap membantu FPN menangkap Direksi GBI di Malaysia asalkan Laporan Polri dan Kejaksaan sudah masuk ke mereka," ujarnya kepada KONTAN, akhir pekan ini.

Selain mencari Fadzli, nasabah juga mencari keberadaan Komisaris GBI Hessy Purwantie yang diduga melarikan diri ke Malaysia. Soalnya, sejak GBI tidak bisa mengembalikan uang nasabah, Hessy sulit ditemui nasabah untuk meminta pertanggungjawaban dan penjelasan soal uang mereka. Taufiq bilang, justru nasabah menemukan beberapa foto Hessy bersama teman-temanya di sejumlah tempat di Malaysia.

Taufiq mengatakan upaya orang tua Hessy yang mencari keberadaan anaknya, bahkan sudah dilaporkan ke polisi, dibantu para nasabah. Ia mengatakan nasabah senang bila Hessy ditemukan dan berkumpul dengan keluarga. ""Dan juga bisa membongkar kagus GBI,' terangnya.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya H.Sumaryono belum merespon panggilan telepon dan pesan singkat dari KONTAN terkait perkembangan kasus ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×