kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.912   8,02   0,16%
  • KOMPAS100 631   1,70   0,27%
  • LQ45 501   3,78   0,76%
  • ISSI 163   -0,72   -0,44%
  • IDX30 283   2,37   0,85%
  • IDXHIDIV20 381   3,39   0,90%
  • IDX80 73   0,17   0,23%
  • IDXV30 106   0,39   0,37%
  • IDXQ30 95   1,03   1,10%

Malaysia dan Singapura ikut pencarian AirAsia


Minggu, 28 Desember 2014 / 21:40 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas pekerja perusahaan inspeksi, pengujian, sertifikasi dan verifikasi PT Carsurin Tbk (CRSN).


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah menerima penawaran bantuan dari negara tetangga untuk menemukan pesawat AirAsia QZ 8501 yang hilang dalam penerbangan Surabaya-Singapura, Minggu (28/12) pagi. 

Beberapa negara yang sudah berkomitmen membantu adalah Singapura, Malaysia, dan Australia. 

Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi secara positif terhadap penawaran ini. Menurut Kalla, saat terjadi insiden kecelakaan pesawat di negara tetangga, Indonesia pun bergabung menawarkan bantuan.

"Kami menerima sebagai tanda keikutsertaan pencarian ini," ucap Jusuf Kalla dalam konferensi pers di kantor Badan SAR Nasional (Basarnas), Minggu (28/12) sore tadi.

Namun, jelas Kalla, bantuan asing akan bekerja berada di bawah koordinasi Basarnas. "Jangan lupa. Pesawat ini berinisial PK. Jadi pesawat ini adalah pesawat Indonesia", kata Jusuf Kalla.

Bantuan Malaysia dan Singapura akan beroperasi membantu pencarian mulai Senin besok. Malaysia akan mengirimkan 3 pesawat terbang dan 3 kapal laut, sedangkan Singapura akan mengirimkan 1 pesawatnya.

TNI Angkatan Udara sendiri sudah menerbangkan pesawat Hercules, namun tidak bisa terbang lama karena cuaca buruk. TNI mengerahkan empat unit pesawat patroli, satu helikopter patroli dan tiga kapal perang. (Fira Abdurachman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×