kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

M Nasir: Lembaga riset fokus penelitian aplikatif


Selasa, 28 Oktober 2014 / 22:12 WIB
ILUSTRASI. Twibbon Kenaikan Isa Almasih 2023. 


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, M Nasir, mengatakan bahwa penggabungan antara Kementerian Riset dan Teknologi dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi akan memungkinkan sinergi antara lembaga riset dan perguruan tinggi.

"Dengan penggabungan, maka kegiatan riset di Dikti dapat fokus pada hulu. Nah, nanti bagaimana riset ini dihilirisasi di lembaga penelitian," kata Nasir usai acara serah terima jabatan di gedung Kementerian Ristek dan Dikti, Jakarta, Selasa (28/10/2014).

Pakar anggaran dari Universitas Diponegoro itu menambahkan, dengan pembagian tersebut, maka "penelitian di lembaga riset nanti tidak lagi fokus pada explanation (penjelasan), tetapi yang sudah sifatnya terapan."

Nasir mengungkapkan, selama ini, masalah yang sering terjadi adalah tumpang tindih antara perguruan tinggi dengan lembaga riset dan antar lembaga riset. Perguruan tinggi ataupun lembaga riset bisa melakukan penelitian dari dasar hingga terapan.

"Barangkali dengan ristek disatukan dengan pendidikan tinggi ini akan menjadi lebih baik," kata Nasir. Untuk tahap awal, Nasir akan melakukan reorganisasi yang ditargetkan selesai akhir 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×