kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

M Nasir: Lembaga riset fokus penelitian aplikatif


Selasa, 28 Oktober 2014 / 22:12 WIB
ILUSTRASI. Twibbon Kenaikan Isa Almasih 2023. 


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, M Nasir, mengatakan bahwa penggabungan antara Kementerian Riset dan Teknologi dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi akan memungkinkan sinergi antara lembaga riset dan perguruan tinggi.

"Dengan penggabungan, maka kegiatan riset di Dikti dapat fokus pada hulu. Nah, nanti bagaimana riset ini dihilirisasi di lembaga penelitian," kata Nasir usai acara serah terima jabatan di gedung Kementerian Ristek dan Dikti, Jakarta, Selasa (28/10/2014).

Pakar anggaran dari Universitas Diponegoro itu menambahkan, dengan pembagian tersebut, maka "penelitian di lembaga riset nanti tidak lagi fokus pada explanation (penjelasan), tetapi yang sudah sifatnya terapan."

Nasir mengungkapkan, selama ini, masalah yang sering terjadi adalah tumpang tindih antara perguruan tinggi dengan lembaga riset dan antar lembaga riset. Perguruan tinggi ataupun lembaga riset bisa melakukan penelitian dari dasar hingga terapan.

"Barangkali dengan ristek disatukan dengan pendidikan tinggi ini akan menjadi lebih baik," kata Nasir. Untuk tahap awal, Nasir akan melakukan reorganisasi yang ditargetkan selesai akhir 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×