kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Lembaga Internasional Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi, Ini Respons Sri Mulyani


Selasa, 20 Desember 2022 / 16:44 WIB
Lembaga Internasional Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi, Ini Respons Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Lembaga Internasional Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi, Ini Respons Sri Mulyani.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah menegaskan, tak akan ada perubahan asumsi pertumbuhan ekonomi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023. 

Ini sekalipun ketidakpastian global menimpa dan beberapa lembaga internasional memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan. 

Seperti sebut saja Bank Pembangunan Asia (ADB) yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 menjadi 4,8% secara tahunan atau year on year (yoy), dari sebelumnya 5,0. 

Ada juga lembaga pemeringkat Fitch yang memangkas pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,8%, menjadi 4,8%. 

Baca Juga: Transaksi Remitansi BRI, BCA dan Mandiri Menanjak di Akhir Tahun 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 masih sesuai dengan yang ada dalam APBN 2023, yaitu sekitar 5,3%. 

“Seperti disampaikan, meskipun ada revisi dari berbagai instansi, kami tidak akan mengikuti perubahan. Karena ini sudah jadi undang-undang (UU),” tegas Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (20/12). 

Meski begitu, Sri Mulyani mengaku tetap akan waspada terhadap perubahan yang terjadi baik di level global maupun level dalam negeri. 

Bila nanti ada peristiwa yang sangat memengaruhi dan mengancam prospek pertumbuhan ekonomi, maka pemerintah akan siap melihat dampaknya terhadap kinerja APBN. 

Baca Juga: Tembus Target, Penerimaan Pajak Medio Desember 2022 Capai Rp 1.634 Triliun

Baik itu dari sisi asumsi dasar ekonomi makro, penerimaan, belanja, defisit, maupun pembiayaan. 

Selain itu, Sri Mulyani juga menegaskan, meski pemerintah waspada, pemerintah tetap tidak khawatir yang berlebihan. Pemerintah harus tetap optimistis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×