kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Lelang proyek DKI molor


Jumat, 31 Oktober 2014 / 09:42 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas produksi mebel PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD). Perlambatan ekonomi di Amerika Serikat (AS) membayangi sejumlah emiten yang memiliki pasar ekspor ke Negeri Paman Sam


Reporter: Benedictus Bina Naratama | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Target sejumlah proyek infrastruktur Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tahun 2014 ini berpotensi tak tercapai. Pasalnya, proses lelang sejumlah proyek infrastruktur berjalan lambat, salah satunya revitalisasi enam terminal di Jakarta.

Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa DKI Jakarta, I Gede Dewa Soni Aryawan mengaku telah berupaya maksimal memproses setiap proyek yang masuk untuk dilelang dengan cepat. "Dari enam proyek revitalisasi terminal, baru empat yang selesai karena dua proyek belum masuk ke ULP," ujarnya kepada KONTAN, Kamis (30/10) kemarin.

Empat proyek yang sudah berjalan adalah revitalisasi terminal Rawamangun, Klender, Muara Angke, dan Pinang Ranti dengan nilai proyek Rp 143,3 miliar. Sedangkan, dua proyek yang gagal adalah terminal Kampung Rambutan dan Kalideres yang bernilai sekitar Rp 1,12 triliun.

Untuk proyek infrastruktur lain seperti flyover Kuningan sisi Selatan dan Permata Hijau, serta jalan layang Ciledug-Blok M hingga kini masih proses lelang. Diperkirakan proses lelang ini selesai di akhir tahun 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×