kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Lebih tinggi dari target pemerintah, IMF ramal defisit APBN capai 6,2% dari PDB


Kamis, 29 Juli 2021 / 15:15 WIB
ILUSTRASI. Logo International Monetary Fund (IMF). REUTERS/Yuri Gripas/File Photo


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Tendi Mahadi

Di lain kesempatan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan ekonomi Indonesia masih akan terakselerasi di periode semester II-2021. Meski, ia tidak memungkiri penanganan kesehatan menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi fiskal, Menkeu mengatakan pemerintah akan menggunakan mekanisme realokasi/refocusing anggaran belanja untuk memenuhi peningkatan kebutuhan penanganan covid-19. Selain itu menggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) 2021 yang hingga masih ada di kantong negara sebesar Rp 186,67 triliun.

Dus, Sri Mulyani menekankan justru pemerintah bisa menekan pembiayaan utang di tahun ini. Alhasil defisit secara nominal diyakini sebesar Rp 939,6 triliun di akhir tahun 2021, atau lebih rendah Rp 66,8 triliun dari target yang telah ditetapkan APBN 2021.

“Ini hal yang akan kita coba pelihara sehingga konsolidasi fiskal tetap bisa berjalan namun bukan berarti kita tidak bisa membantu ekonomi masayarakat dan penanganan pandemi yang efektif. Namun defisit masih 5,7% ini tergantung dari gross domestic product (GDP) dan dari nominalnya,” Kata Menkeu beberapa waktu lalu.

Selanjutnya: Pemerintah tengah mengevaluasi aturan moratorium perkebunan kelapa sawit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×