kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Kunjungan Wisman ke Indonesia Turun 11,12% pada November 2025


Senin, 05 Januari 2026 / 13:04 WIB
Kunjungan Wisman ke Indonesia Turun 11,12% pada November 2025
ILUSTRASI. Kunjungan wisatawan di Agrowisata Gunung Mas Puncak Bogor (ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada November 2025 mencapai 1,20 juta kunjungan.

Angka tersebut mengalami penurunan 11,12% secara bulanan alias month to month (mtm) dibandingkan Oktober 2025, namun masih tumbuh 9,79% secara tahunan alias year on year (Yoy) dibandingkan November 2024.

"Secara total jumlah kunjungan wisman sebanyak 1,20 juta atau turun 11,12% secara bulanan, tetapi secara tahunan naik 9,79%," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini dalam Konferensi Pers, Senin (5/1/2026).

Baca Juga: Neraca Dagang RI Surplus US$ 38,54 Miliar Sepanjang 2025, AS Penyumbang Terbesar

Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman sepanjang Januari–November 2025 tercatat mencapai 13,98 juta kunjungan.

Capaian ini meningkat 10,44% secara kumulatif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan tren pemulihan sektor pariwisata nasional.

BPS mencatat, sepanjang awal 2025, kunjungan wisman sempat mengalami tren penurunan. Pada Januari 2025, jumlah kunjungan tercatat 1,16 juta, turun menjadi 1,02 juta pada Februari, dan kembali turun menjadi 984.770 kunjungan pada Maret.

Memasuki April 2025, kunjungan wisman kembali meningkat menjadi 1,16 juta dan terus naik hingga mencapai puncaknya pada Agustus 2025 sebesar 1,51 juta kunjungan.

Namun, tren tersebut kembali melemah pada September 2025 dengan jumlah kunjungan turun menjadi 1,39 juta, dan berlanjut menurun hingga November 2025 sebesar 1,20 juta kunjungan.

Berdasarkan jenis pintu masuk, BPS mencatat jumlah kunjungan wisman pada November 2025 yang melalui pintu masuk utama mencapai 1,02 juta kunjungan, sedangkan melalui pintu masuk perbatasan tercatat 181.670 kunjungan.

Kunjungan melalui pintu masuk utama didominasi oleh wisman yang menggunakan moda angkutan udara dengan kontribusi 79,19%, diikuti angkutan laut 17,06%, dan angkutan darat 3,75%.

Secara rinci, kunjungan wisman melalui pintu masuk utama dengan moda angkutan udara pada November 2025 mencapai 805.660 kunjungan. Jumlah ini meningkat 6,43% secara tahunan, namun turun 15,57% secara bulanan.

Bandara Ngurah Rai, Bali, dan Soekarno-Hatta, Banten, menjadi pintu masuk utama dengan kunjungan terbanyak, dengan kontribusi 88,97% atau 716.840 kunjungan.

Baca Juga: Harga Emas dan Perhiasan Picu Inflasi 2025, BPS Catat 11 Kali Jadi Penyumbang Utama

Sementara itu, kunjungan wisman melalui moda angkutan laut tercatat 173.570 kunjungan. Angka ini naik 15,59% secara tahunan, tetapi turun 3,85% secara bulanan.

Pelabuhan Batam dan Tanjung Uban di Kepulauan Riau menjadi pintu masuk laut utama dengan kontribusi 82,03% atau 142.370 kunjungan.

Adapun kunjungan wisman melalui moda angkutan darat pada November 2025 mencapai 38.110 kunjungan. Jumlah tersebut meningkat 13,97% secara tahunan, namun menurun 4,74% dibandingkan Oktober 2025.

Pintu masuk Atambua di Nusa Tenggara Timur dan Lintas Batas Jayapura di Papua menjadi pintu masuk darat utama dengan kontribusi 83,19% atau 31.710 kunjungan.

Selanjutnya: January Effect Berpotensi Terjadi, Simak Sektor Saham Unggulannya

Menarik Dibaca: Promo HokBen Spesial Musim Hujan, Beli Hoka Ramen Gratis Bubur Hangat Khas Jepang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×