kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45780,32   4,77   0.62%
  • EMAS1.023.000 -0,68%
  • RD.SAHAM 0.16%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kualitas SDM Papua tak boleh dipandang sebelah mata


Rabu, 01 Juli 2020 / 09:48 WIB
Kualitas SDM Papua tak boleh dipandang sebelah mata
ILUSTRASI. Siswa siswi SMA Negeri 2 Jayapura mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer USBN-BK di Kota Jayapura, Papua, Kamis (23/3). Sebanyak 9.403 siswa siswi dari 44 SMP, 25 SMA dan 17 SMK di Kota Jayapura mengikuti USBN-BK dan USBN Kertas Pen

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masyarakat Papua memiliki kemampuan setara dengan masyarakat lain asalkan mendapat kesempatan yang sama. Apalagi saat ini pemerintah juga terus membangun sumber daya manusia melalui berbagai jalur, baik pendidikan, pelatihan juga mengirimkan anak-anak muda Papua berbakat menimba ilmu baik ke luar Papua maupun ke luar negeri.

Meki Nawipa, Bupati Kabupaten Paniai menyampaikan, Gubernur Papua telah mengirimkan pemuda Papua terbaik untuk belajar, sehingga ketika kembali mampu membangun Papua, juga Indonesia.

“Ada banyak anak muda Papua yang sekolah di Rusia Eropa Amerika hingga New Zeland, kami bekerja dari hulu ke hilir. Bicara pendidikan tidak semata pintar dan bodoh, namun juga menghasilkan SDM jujur, mampu dipercaya, kami berusaha merangkum menjadi satu. Membangun karakter yang bisa ditunjukan Indonesia, karena Papua mampu memimpin,” ujar Meki Nawipa, dalam Diskusi dengan tema, Kepemimpinan Papua Dalam Membangun Indonesia melalui keterangannya Selasa (30/6).

Baca Juga: Karena Freeport, rapat Komisi 7 DPR berlangsung panas, meja digebrak-gebrak

Ditegaskan Meki, kesempatan untuk berkontribusi kepada Indonesia selalu terbuka, asalkan anak-anak Papua memakai kesempatan itu untuk mendorong diri sendiri menjadi lebih baik. Karena itu pemerintah daerah terus-menerus mendorong peningkatan SDM. Paling dekat, menurut Meki, akan memberangkatkan 10 anak muda Papua belajar ke Amerika.

Bagi dia, akan menjadi kebanggaan warga Papua mampu berprestasi, baik di luar negeri, di Jakarta, maupun di mana saja. Kembali tidak kembali ke Papua tidak masalah asalkan berkontribusi positif. Ia bercerita, ketika berkarir tidak akan pernah keluar dari tempat ia bekerja, sebelum memberi kesempatan untuk anak-anak Papua lain untuk masuk.  

Ia mengajak anak-anak muda Papua juga anak muda Indonesia lain, dalam memimpin, tidak harus menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) namun bisa menjadi pengusaha. Karena itu, ia pun memberi bantuan dukungan permodalan kepada anak muda Papua di daerahnya yang ingin berusaha. Apalagi pada tahun depan ia ingin menjadikan Paniai menjadi sentra kopi. “Memaksimalkan potensi daerah, masyarakat sejahtera pemerintah maju,” katanya. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×