kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

KSAU: Soal Bandara Halim, Jokowi dukung TNI AU


Rabu, 22 Oktober 2014 / 16:19 WIB
ILUSTRASI. Kode Redeem FF Hari ini 10 Mei 2023, Reward Bundle Kostum hingga Skin Senjata


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Ida Bagus Putu Dunia mengaku telah melaporkan sengketa Bandar Udara Halim Perdanakusumah kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, penjelasan itu disampaikan ketika dirinya menghadap Jokowi hari ini, Rabu (22/10) bersama beberapa pimpinan militer lainnya.

Ida bagus mengklaim, kalau dalam kasus sengketa tersebut, Jokowi telah memberikan dukungan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan udara (AU). Sebab, TNI AU tengah memperjuangkan kepentingannya tertutama dalam menjaga kegiatan operasional dan latihan tentara. "Beliau tetap menilai mengutamakan kepentingan operasional TNI AU," ujarnya.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) memenangkan Lion Air sebagai operator Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Putusan MA pada Juli 2014 ini menyatakan bahwa Grup Lion yang berkongsi dengan Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau) yang bernama PT Angkasa Transpotindo Selaras (ATS) ini menjadi pengelola sah lahan 21 hektare (ha) di Bandara Halim Perdanakusuma.

Namun, menurut Ida bagus, dalam perjanjian kerjasama dengan ATS hanya memberikan hak pengoperasian terhadap bandara saja. Sementara untuk pangkalannya, tetap menjadi hak TNI AU. "Lebih dari itu, harus ada perjanjian lagi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×