kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45909,31   7,91   0.88%
  • EMAS1.354.000 1,65%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kritik Core terhadap peran KSSK dalam penanganan dampak pandemi corona


Senin, 11 Mei 2020 / 18:21 WIB
Kritik Core terhadap peran KSSK dalam penanganan dampak pandemi corona
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama para anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memaparkan stabilitas sistem keuangan sepanjang kuartal IV-2019, Rabu (22/1) di Lobby Gedung Djuanda I Kemenkeu.


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Untuk menangani dampak wabah virus Corona di dalam negeri, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) telah melakukan serangkaian upaya penyelamatan, baik dari sisi fiskal maupun moneter.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menjelaskan, KSSK dalam beberapa kasus telah menjalankan perannya sebagai komite yang mencegah dampak sistemik terhadap stabilitas sistem keuangan di Indonesia.

Namun demikian, tidak terelakkan bahwa masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Yusuf sendiri menilai, saat ini koordinasi yang dibangun antara anggota KSSK belum terlihat erat.

Baca Juga: Wacana KSSK jadikan bank Himbara sebagai penyangga likuiditas timbulkan pertanyaan

"Jika indikator eratnya itu diukur dari satu suaranya KSSK untuk mengatakan berapa biaya resmi yang harus ditanggung pemerintah dalam menangkal dampak Covid-19 dan bagaimana proses penyelamatannya, maka saya kira saat ini koordinasi KKSK belum terlihat erat," ujar Yusuf kepada Kontan.co.id, Senin (11/5).

Ia melanjutkan, apabila koordinasi yang dibangun sudah erat, maka seharusnya KSSK sudah memperhitungkan kebutuhan biaya bagi restrukturisasi perbankan yang kemudian dapat diverifikasi oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun, saat ini Yusuf belum melihat adanya realisasi dari hal tersebut.

Untuk saat ini, menurutnya KSSK dapat meningkatkan pantauan terhadap proses restrukturisasi kredit yang tengah dijalankan oleh perbankan sebagai upaya menanggulangi dampak Covid-19.

Yusuf mengimbau, jangan sampai proses restrukturisasi tidak berjalan optimal dan berdampak pada debitur yang kesulitan menanggung beban kredit yang besar. Di sisi lain, proses restrukturisasi kredit ini juga tentu akan berdampak pada kesehatan neraca bank.

"Untuk itu perlu dilihat apakah perbankan, khususnya bank buku II dan III sudah mempersiapkan likuiditasnya terkait penyelenggara proses restrukturisasi ini," paparnya.

Selanjutnya, Yusuf menekankan bahwa peran KSSK saat ini masih bisa dioptimalkan lagi dari segi pencegahan. Tak hanya itu, fokus dari KSSK juga dapat diperluas lagi dan tidak terbatas pada jasa keuangan saja.

"Seperti misalnya dalam kasus Jiwasraya, seharusnya KKSK bisa mengambil peran lebih besar dalam hal pencegahan agar kasusnya tidak semakin melebar," lanjut Yusuf.

Baca Juga: Restrukturisasi kredit perbankan akibat pandemi virus corona capai Rp 336,97 triliun

Contoh lainnya, misalnya pada kejanggalan yang ditemukan oleh badan pemeriksa keuangan (BPK) yang akhirnya bermuara pada kasus Bank Century. Adanya kasus ini, tentu berpengaruh pada kredibilitas dari KKSK itu sendiri.

Di samping itu, Yusuf melihat kecenderungan pencegahan goyahnya stabilitas sistem keuangan KKSK selama ini lebih condong kepada perbankan. Padahal, menurutnya di luar itu juga banyak institusi keuangan yang berpotensi memunculkan risiko pada sistem keuangan, seperti misalnya asuransi.

Untuk itu, menurutnya peran KSSK perlu diperluas lagi untuk mencegah berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan Indonesia.

"Kasus American International Group Inc (AIG) pada tahun 2008 misalnya, menunjukkan bahwa risiko sistem pada sistem keuangan juga bisa muncul dari institusi keuangan selain perbankan. Jadi memang peran KSSK masih bisa dioptimalkan dalam pencegahan misalnya, dan tidak terbatas pada jasa keuangan saja," kata Yusuf.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×