kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

KPU: Kami butuh pengamanan data agar independen


Rabu, 27 November 2013 / 16:19 WIB
ILUSTRASI. OPPO siapkan seri A57 yang akan rilis 21 Juli. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ


Reporter: Fahriyadi | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Manik mengatakan jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 pihaknya membutuhkan pengamanan data sehingga tak penting bekerja sama dengan pihak manapun.

Hal ini disampaikan Husni menanggapi kerjasama KPU dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk mengamankan data Pemilu yang memperoleh kritikan tajam dari berbagai pihak dan mengundang kecurigaan bahwa KPU tak lagi independen.

"Saya belum bertemu dengan Kepala Lemsaneg untuk bahas penyelesaian kerjasama yang sudah diteken dan berjalan dua bulan terakhir dan nanti kita putuskan lagi," ujar Husni disela-sela acara Kompas 100 CEO Forum, Rabu (27/11).

Husni mengatakan data yang diselenggarakan KPU memang harus independen dan saat ini belum ada indikator yang menyatakan KPU tak independen.

Menurutnya, upaya pengamanan data ini KPU bukan hanya bekerjasama dengan Lemsaneg tapi juga sudah ada kerjasama dengan Perguruan Tinggi seperti Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan juga lembaga lain seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk memperkuat pengamanan data ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×