kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

KPU: Kami butuh pengamanan data agar independen


Rabu, 27 November 2013 / 16:19 WIB
ILUSTRASI. OPPO siapkan seri A57 yang akan rilis 21 Juli. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ


Reporter: Fahriyadi | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Manik mengatakan jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 pihaknya membutuhkan pengamanan data sehingga tak penting bekerja sama dengan pihak manapun.

Hal ini disampaikan Husni menanggapi kerjasama KPU dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk mengamankan data Pemilu yang memperoleh kritikan tajam dari berbagai pihak dan mengundang kecurigaan bahwa KPU tak lagi independen.

"Saya belum bertemu dengan Kepala Lemsaneg untuk bahas penyelesaian kerjasama yang sudah diteken dan berjalan dua bulan terakhir dan nanti kita putuskan lagi," ujar Husni disela-sela acara Kompas 100 CEO Forum, Rabu (27/11).

Husni mengatakan data yang diselenggarakan KPU memang harus independen dan saat ini belum ada indikator yang menyatakan KPU tak independen.

Menurutnya, upaya pengamanan data ini KPU bukan hanya bekerjasama dengan Lemsaneg tapi juga sudah ada kerjasama dengan Perguruan Tinggi seperti Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan juga lembaga lain seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk memperkuat pengamanan data ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×