kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

KPK tak punya manajemen risiko


Rabu, 28 Oktober 2015 / 15:15 WIB


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Haryono Umar Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid II menilai, penurunan kinerja KPK lantaran tidak memiliki manajemen risiko. Lihat saja, KPK sering diserbu dengan kriminalisasi dan gugatan praperadilan. 

Akibatnya, sekitar tiga bulan KPK tidak aktif dalam penanganan kasus. "Dari dulu KPK tidak pernah punya risk management. Jadi, kalau ada masalah mereka langsung limbung," jelasnya, kemarin Selasa (27/10).

Haryono menilai, manajemen risiko sangat diperlukan KPK agar kinerjanya tetap stabil. Tekanan dan pelemahan KPK bakal terus ada dan sifatnya bukan lagi menuju perorangan dalam KPK tetapi sistemnya.

Contohnya, rencana revisi undang-undang KPK yang memuat bebetapa point yang melemahkan KPK seperti pembatasan usia KPK, penyadapan, dan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×