kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

KPK : Permohonan Nunun sudah kedaluwarsa


Rabu, 21 Desember 2011 / 13:10 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah helikopter milik TNI melakukan fly pass saat peringatan HUT ke-69 TNI di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/10).


Reporter: Asep Munazat Zatnika

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengaku akan mempertimbangkan permintaan tersangka kasus suap travel cheque, Nunun Nurbaeti agar diperiksa di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Labu.

Menurut salah satu pimpinan KPK, Bambang Widjojanto, penyidik telah menerima surat permohonan pemeriksaan di Rutan Pondok labu, yang dikirimkan oleh pihak istri mantan wakil Kepala Kepolisian RI, Adang Daradjatun.

Tapi, KPK mengklaim surat permohonan yang diterima KPK tersebut telah kedaluwarsa. "Permohonan itu dilayangkan setelah kami memiliki keputusan," kata Bambang, hari ini, Rabu (21/12) di hotel Foru Season.

Meskipun begitu, KPK akan mempertimbangkan semua usulan-usulan yang terkait dengan pengungkapan kasus suap, dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia ini. Hanya saja, dari pertimbangan-pertimbangan atas semua usulan itu, KPK akan berpedoman pada hasilnya.

Kondisi kesehatan Nunun akan menjadi bahan bagi KPK untuk mempertimbangkan permintaannya. "Yang penting bagi kami adalah output yang dihasilkan," papar Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×