kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Castle Farms di Madinah Andalkan AI untuk Jaga Kualitas Kurma Ajwa Ekspor


Minggu, 14 Juni 2026 / 13:41 WIB
Castle Farms di Madinah Andalkan AI untuk Jaga Kualitas Kurma Ajwa Ekspor
ILUSTRASI. Castle Farms di Madinah Andalkan AI untuk Jaga Kualitas Kurma Ajwa Ekspor (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Hamparan pohon kurma Ajwa yang tumbuh di Madinah masih dirawat dengan cara-cara yang diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, setelah dipanen, buah yang menjadi salah satu ikon Kota Nabi itu memasuki tahap pengolahan modern yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Teknologi tersebut digunakan untuk membantu menjaga kualitas kurma sebelum dikirim ke berbagai negara. Di fasilitas pengolahan milik Castle Farms, salah satu produsen Ajwa di wilayah Madinah, kurma yang baru dipanen akan melalui serangkaian proses mulai dari pembersihan, pemolesan, penyortiran, hingga pengemasan.

Perusahaan ini juga dikenal sebagai salah satu produsen dan pengekspor kurma Ajwa organik terbesar yang mendistribusikan produknya ke lebih dari 25 negara, termasuk Indonesia.

Strategic Director Castle Farms Dr. Abdulmoizz Shakeel mengatakan penggunaan teknologi menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi mutu produk yang dipasarkan ke berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Kemenhaj Dorong Kurma Lokal Masuk Ekosistem Haji

“Dari pertanian, gandum dibawa ke pabrik tempat gandum pertama-tama dibersihkan dan dipoles, kemudian disortir menggunakan mesin sortir canggih yang didukung AI,” ujar Abdulmoizz saat ditemui di Madinah, Jumat (12/6/2026).

Menurut dia, kurma yang berasal dari kebun akan dibawa ke pabrik untuk dibersihkan dan dipoles terlebih dahulu. Setelah itu, kurma memasuki tahap penyortiran menggunakan mesin modern yang dilengkapi teknologi AI.

Mesin tersebut bekerja dengan sistem penyortiran optik yang mampu mengelompokkan kurma berdasarkan sejumlah parameter kualitas sekaligus.

" Sistem ini memilah berdasarkan kadar air, berat, ukuran, serta warna," kata Abdulmoizz.

Melalui teknologi tersebut, kurma dapat dipilah berdasarkan tingkat kelembapan, berat, ukuran, serta warna. Proses ini membantu perusahaan memastikan setiap produk yang dipasarkan memiliki standar kualitas yang seragam.

Setelah proses grading atau pengelompokan mutu selesai dilakukan, kurma dipisahkan sesuai kelasnya dan disimpan mengikuti standar yang ditetapkan Saudi Food and Drug Administration (SFDA). Produk kemudian disimpan dan diproses mengikuti aturan serta regulasi yang berlaku di Arab Saudi.

Meski teknologi berperan besar dalam proses pengolahan, faktor manusia tetap menjadi bagian penting dalam pengawasan mutu. Setelah melalui penyortiran otomatis, kurma masih menjalani pemeriksaan manual untuk memastikan tidak ada produk yang luput dari pengawasan.

Baca Juga: Jemaah Haji Manfaatkan Layanan Kargo, Kirim Oleh-Oleh Lebih Awal dari Madinah

" Setelah itu, produk dikemas dan kami melakukan pengecekan manual lagi untuk memastikan tidak ada yang terlewat. Tentu saja, pertama-tama mesin yang berperan, kemudian faktor manusia," tutur Abdulmoizz.

Menurut dia, sebagian besar proses pengemasan di fasilitas tersebut juga telah dilakukan secara otomatis. Setelah dikemas, produk kemudian disimpan sebelum dikirim ke berbagai negara tujuan ekspor.

Castle Farms sendiri merupakan salah satu produsen kurma Ajwa terbesar di Madinah yang telah memiliki pengalaman bertani selama tiga generasi. Perusahaan tersebut mengekspor lebih dari 500 ton kurma Ajwa setiap tahun, selain berbagai varietas lain seperti Sukkari, Majdool, Anbara, dan Sugai.

Saat ini, produk Castle Farms telah dipasarkan ke sekitar 25 negara di berbagai kawasan, mulai dari Asia, Afrika, hingga Amerika Utara. Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar bagi produk kurma yang mereka hasilkan.

Di balik pemanfaatan teknologi AI dan mesin-mesin modern, Abdulmoizz menegaskan bahwa kualitas kurma tetap berawal dari proses budidaya yang dilakukan dengan teliti di kebun. Pengalaman panjang para petani yang diwariskan selama tiga generasi menjadi fondasi utama dalam menghasilkan kurma Ajwa berkualitas tinggi.

" Kami memiliki pengalaman bertani selama lebih dari tiga generasi.," kata Abdulmoizz.

Baca Juga: 16.930 Jemaah Haji Reguler Nikmati Hotel Bintang Lima di Madinah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...

Tag


TERBARU

[X]
×