kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

KPK OTT Wakil Ketua PN Depok, Sita Uang Ratusan Juta


Jumat, 06 Februari 2026 / 14:23 WIB
KPK OTT Wakil Ketua PN Depok, Sita Uang Ratusan Juta
ILUSTRASI. KPK lakukan OTT terhadap wakil ketua PN Depok


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap aparat penegak hukum. Kali ini, lembaga antirasuah mengamankan seorang hakim yang menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, Kamis (5/2) malam.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan penangkapan tersebut. Ia memastikan pihak yang diamankan berasal dari unsur aparat penegak hukum (APH), tanpa merinci identitas maupun perkara yang tengah ditangani.

“Benar, ada penangkapan di wilayah Depok. Yang pasti ada penangkapan hakim,” ujar Fitroh kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga: Mendag: Surplus Neraca Perdagangan Tumbuh 31,03% di 2025

Hakim yang terjaring OTT tersebut adalah Bambang Setyawan, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua PN Depok. Pasca-penangkapan, aktivitas di kantor PN Depok terpantau lengang dengan penjagaan ketat aparat.

Dalam operasi senyap itu, KPK turut menyita barang bukti berupa uang tunai dengan nilai ratusan juta rupiah. Uang tersebut diduga berkaitan dengan praktik suap pengurusan perkara yang sedang bergulir di PN Depok.

“Ada ratusan juta rupiah,” sebut Fitroh.

Seluruh pihak yang diamankan langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan intensif. Sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak tersebut.

OTT di Depok ini menambah daftar operasi tangkap tangan KPK sepanjang awal 2026 menjadi enam kasus. Rentetan operasi tersebut mempertegas fokus KPK terhadap praktik korupsi di lingkungan peradilan, sektor yang selama ini menjadi sorotan publik terkait integritas penegakan hukum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×