kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

KPK minta bantuan TNI, Menhan tak permasalahkan


Senin, 26 Januari 2015 / 16:35 WIB
ILUSTRASI. Harga Emas di Pegadaian, Siang Ini Selasa 8 Agustus 2023. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tidak mempermasalahkan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi yang meminta bantuan TNI di tengah ketegangan antara KPK dan Polri. Menurut Ryamizard, bantuan dari TNI bisa menghindari bentrok fisik antara dua institusi tersebut untuk menciptakan situasi yang lebih kondusif.

"Fakta alasannya adalah, ya supaya jangan terjadi perkelahian. Cuma bantu mengamankan," kata Ryamizard di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2015) sore.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu menegaskan, TNI tidak akan berpihak pada salah satu institusi. TNI akan bersikap netral meskipun yang meminta bantuan adalah KPK.

"KPK dan polisi itu dengan kita bagus-bagus semua, enggak ada masalah. Jadi kita berharap mereka jangan sampai ada perkelahian fisik," ucap Ryamizard.

Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad menelepon langsung Panglima TNI Jenderal Moeldoko untuk meminta bantuan pengamanan. Permintaan ini dilakukan setelah aparat Badan Reserse Kriminal Polri menangkap Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, Jumat (23/1/2015). (Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×