Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BPI Danantara Indonesia (Danantara Indonesia) hari ini secara serentak melaksanakan groundbreaking enam proyek hilirisasi di 13 lokasi di Indonesia. Total nilai investasi mencapai US$ 7 miliar.
Proyek-proyek ini merupakan bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional untuk memperkuat sektor riil, meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, proyek ini diperkirakan akan menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung.
Peresmian serentak ini menandai dimulainya implementasi proyek-proyek prioritas hilirisasi fase I yang dikelola secara terintegrasi lintas sektor, di antaranya sektor energi, pangan, mineral, dan logam, sebagai fondasi penguatan struktur industri nasional dan pengurangan ketergantungan impor secara bertahap.
Baca Juga: Tanggapi Moody's Rating untuk Indonesia, Bos Danantara Angkat Bicara
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menegaskan, program hilirisasi merupakan agenda strategis yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Ini sekaligus menjadi salah satu fokus utama Danantara Indonesia dalam mendorong transformasi ekonomi nasional.
“Tahap awal proyek-proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian Indonesia, baik melalui penciptaan nilai tambah industri maupun penyerapan tenaga kerja. Ke depan, proyek-proyek hilirisasi ini diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (6/2).
Rosan mengatakan, pelaksanaan proyek-proyek hilirisasi ini sejalan dengan arahan Prabowo untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional melalui penguatan sektor riil, peningkatan nilai tambah sumber daya domestik, serta pembangunan industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.
“Danantara Indonesia bersama BUMN memastikan agar proyek-proyek prioritas dapat direalisasikan secara disiplin, tepat waktu, dan memberikan dampak ekonomi nyata,” katanya.
Salah satu proyek utama dalam fase awal ini berasal dari sektor mineral dan logam. MIND ID bersama anggotanya, INALUM dan ANTAM, meresmikan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium yang berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat.
Fasilitas ini terdiri dari smelter aluminium baru dengan kapasitas 600.000 metrik ton aluminium per tahun dan Smelter Grade Alumina Refinery Fase II dengan kapasitas 1 juta metrik ton alumina per tahun.
Proyek ini ditujukan untuk mendukung program ketahanan mineral Indonesia, serta menjamin pasokan bahan baku bagi sektor industri manufaktur dalam negeri sebagai bagian dari penguatan rantai nilai industri nasional.
Melalui proyek strategis nasional ini, MIND ID mendorong peningkatan nilai tambah hingga 70 kali lipat, dari bauksit menjadi alumina dan aluminium.
Baca Juga: Danantara Umumkan Pemenang Proyek WtE Akhir Februari, Groundbreaking Kuartal II-2026
Hal ini didasarkan pada harga bauksit mentah yang berada di kisaran US$40 per metrik ton, meningkat menjadi sekitar US$400 per metrik ton setelah diolah menjadi alumina, dan kembali melonjak hingga sekitar US$2.800–US$3.000 per metrik ton ketika diproses menjadi aluminium.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin mengatakan, melalui hadirnya proyek ini kemampuan produksi aluminium dalam negeri akan semakin kuat, sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia semakin mampu mengurangi ketergantungan impor aluminium.
Menurut Maroef, hadirnya fasilitas ini dapat menurunkan tingkat ketergantungan impor dan akan berdampak pada peningkatan cadangan devisa.
Saat smelter aluminium baru beroperasi, diperkirakan cadangan devisa naik 394% dari Rp11 triliun menjadi Rp52 triliun per tahun. Di samping itu, para pelaku industri manufaktur akan mendapat kepastian bahan baku dari dalam negeri.
“Proyek ini adalah bentuk kontribusi Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ekonomi, dan memperkuat kedaulatan Negara pada sektor mineral, demi peradaban masa depan Indonesia,” ungkapnya.
Selanjutnya: Simak Rekomendasi ANTM dan PTBA Usai Dapat Proyek Hilirisasi Danantara
Menarik Dibaca: Sambut Imlek, Genki Sushi Hadirkan 3 Menu dengan Harga Spesial
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Bauksit
- Prabowo Subianto
- Rosan Roeslani
- proyek strategis nasional
- Cadangan devisa
- MIND ID
- smelter aluminium
- Hilirisasi Indonesia
- Penciptaan Lapangan Kerja
- Transformasi Ekonomi Nasional
- Danantara Indonesia
- Investasi Danantara Indonesia
- MIND ID Hilirisasi
- Smelter Bauksit Aluminium
- Pengurangan Ketergantungan Impor
- Nilai Tambah Industri
- Ekonomi Berkelanjutan Indonesia
- Ketahanan Mineral Indonesia













