CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

KPK kembali periksa Darmin terkait Century


Selasa, 01 Oktober 2013 / 10:16 WIB
ILUSTRASI. Hasil RDG Bank Indonesia (BI) akan mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pekan depan.


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Hari ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution. Rencananya, Darmin akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk mantan anak buahnya, Budi Mulia, terkait kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) pada Bank Century.

"Diperiksa sebagai saksi BM (Budi Mulya)," kata Kepala Bidang Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha dalam pesan singkatnya, Selasa (1/10).

Darmin datang ke kantor KPK pada pukul 9.20 WIB menggunakan baju batik biru berlengan panjang. "Masih menjadi saksi untuk Pak Budi Mulya," ujar Darmin sambil berlalu.

Sekadar informasi, Darmin Nasution terakhir menjabat sebagai Gubernur BI. Pada saat pemberian dana talangan terjadi, Darmin diketahui menjabat sebagai komisaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang sekaligus juga sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Sedangkan Budi Mulya pada waktu itu menjabat sebagai Deputi Bidang IV BI.

Hingga saat ini KPK baru menetapkan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya sebagai tersangka. Saat masih menjabat sebagai Deputi Bidang IV BI, dia diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dalam proses pemberian FPJP Bank Century.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×