kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

KPK diminta turun tangan ungkap mafia pemilu


Senin, 17 Februari 2014 / 10:23 WIB
ILUSTRASI. Mayoritas kepemilikan Oxford United Football Club dipegang oleh Anindya Bakrie dan Erick Thohir


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pengamat Politik Boni Hargens menilai Pemilu 2014 masih dikuasai orang yang biasa mengontrol proses politik. Untuk itu, Boni meminta keterlibatan masyarakat sipil untuk mengawasi dan menjerat mafia pemilu tersebut.

"Baru kita bisa menyelesaikan masalah ini. Kalau enggak pemilu itu akan menjadi titik permainan besar dari mafia-mafia, dan kita semua akan dikorbankan," tutur Boni, Minggu (16/2/2014).

Boni mengatakan selama ini pemilu tidak pernah menjadi pesta rakyat dan ajang demokrasi. Sebab, suara bisa dibeli dan dipermainkan.

"Terus ada orang menang dikalahkan, ada orang kalah dimenangkan dan sebagainya, dan ini real dan persoalan Akil itu contoh kecil di konteks pilkada," tuturnya.

Direktur LPI itu mengaku tidak ingin Indonesia mendapatkan pemimpin yang tidak dikenal oleh masyarakat.

"Kita enggak mau orang yang enggak kenal tiba-tiba menjadi presiden. Jadi jangan kita biarkan mafia ini, membajak demokrasi," imbuhnya.

Untuk mengatasinya, Boni meminta KPK melakukan upaya serius mengungkap mafia pemilu serta adanya pengawasan dari masyarakat sipil.

"Mereka-mereka yang bermain dengam money politics itu juga harus dipantau," katanya. (Ferdinand Waskita)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×