kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.877
  • SUN90,98 -0,39%
  • EMAS610.040 0,50%

Korban insiden air panas Garuda GA-264 cucu Pakubuwono X

Kamis, 12 April 2018 / 23:50 WIB

Korban insiden air panas Garuda GA-264 cucu Pakubuwono X
ILUSTRASI. Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Ngurah Rai, Bali



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. B.R.A Kosmariam Djatikusomo, penumpang Garuda Indonesia yang menjadi korban insiden tumpahnya air panas oleh awak kabin pada penerbangan bernomor GA-264 ternyata merupakan cucu dari Pakubuwuno X.

"Beliau adalah anak pahlawan nasional KPH Djatikusumo dan cucu daei Pakubuwono X," kata David Tobing, kuasa hukumnya saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (12/4).


David membeberkan identitasnya lantaran banyak yang bertanya kepadanya siapa Kosmariam. Ia juga menambahkan, Kosmariam kecewa dengan tanggapan dari pihak Garuda yang ditulis dalam pemberitaan Kontan.co.id sebelumnya.

"Menurut saya Garuda yang harus aktif mengejar si ibu agar tuntas, bukan si ibu yang harus mengemis," sambungnya.

Insiden tumpahnya air panas sendiri terjadi pada 29 Desember 2017, di mana Kosmariam yang berada di dalam pesawat GA-264 rute Jakarta-Banyuwangi.

Insiden terjadi ketika pramugari Garuda sedang memberikan makanan kepada penumpang (Meal and Beverage Serving), dan menumpahkan dua gelas air panas ke tubuh Kosmariam sehingga mengakibatkannya mengalami cacat tetap.

David sebelumnya menjelaskan bahwa setelah kejadian, pihak Garuda tak pernah menghubungi kembali Kosmariam terkait insiden tersebut selama 1,5 bulan.

Namun hal ini dibantah oleh Senior Manager Public Relation Garuda Ikhsan Rosan. Ia mengatakan justru Garuda berperan aktif dan bertanggung jawab atas insiden tersebut.

"Begitu kejadian, kita langsung bawa ke rumah sakit. Kembali ke Jakarta pun, kita tetap support biaya pengobatan ke penumpang," kata Ikhsan saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (11/4).

Ikhsan juga menambahkan, bahwa pihak Garuda telah memberikan pesan kepada Kosmariam bahwa siap dihubungi kapan pun, jika ada kebutuhan lainnya terkait pengobatan.

Namun hal in yang membuat geram, Kosmariam. Terlebih kata David, pernyataan tersebut tak patut dikeluarkan oleh masakapi penerbangan pemilik gelar The Best Cabin Crew

"Beliau agak emosi melihat tanggapan Garuda. Apakah patut 1,5 bulan terakhir korban tidak pernah dihubungi tentang perkembangan kesehatannya? Apakah patut si korban hanya dipesankan agar menghubungi kembali kalau mau tindakan pengobatan lanjutan?" Tanyanya.


Reporter: Anggar Septiadi
Editor: Yudho Winarto

HUKUM

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0049 || diagnostic_api_kanan = 2.2074 || diagnostic_web = 8.6590

Close [X]
×