kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.859   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Koper Jemaah Haji Kerap Dibongkar karena Over Bagasi, Ini Penyebabnya


Senin, 01 Juni 2026 / 18:18 WIB
Koper Jemaah Haji Kerap Dibongkar karena Over Bagasi, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Maskapai telah memberikan sosialisasi kepada jemaah haji mengenai batas berat koper serta daftar barang yang tidak diperbolehkan dalam penerbangan (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - MAKKAH. Barang bawaan jemaah haji, termasuk oleh-oleh yang dibeli selama di Tanah Suci, kerap melebihi batas kapasitas koper maupun aturan bagasi yang telah ditentukan maskapai. Kondisi tersebut membuat sebagian koper jemaah harus dibuka kembali saat penimbangan di hotel atau ketika melewati pemeriksaan X-ray di bandara karena muatannya tidak memenuhi ketentuan.

Aviation Security Garuda Indonesia, Norman Fajar, menyampaikan bahwa maskapai sebelumnya telah memberikan sosialisasi kepada jemaah mengenai batas berat koper serta daftar barang yang tidak diperbolehkan dibawa dalam penerbangan. Ia menjelaskan, koper akan dibongkar apabila saat pemeriksaan ditemukan isi bagasi yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Kami [maskspai] punya ketentuan berat koper bagasi maksimal 32 kg," kata Norman saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di Hotel Manar Al Bait, Syishah, Makkah, Senin (1/6/2026).

Baca Juga: Di Balik Relaksasi SPT, Jutaan Wajib Pajak Tetap Tak Melapor

Sementara untuk koper kabin, kata Norman, maksimal 7 kg. Selain terkait kapasitas, jemaah juga diimbau agar tidak membawa barang bawaan atau oleh-oleh yang dilarang selama penerbangan, seperti air zamzam hingga senjata mainan.

Terkait nasib barang yang dibongkar karena over kapasitas maupun menyalahi aturan, Norman mengatakan ada dua opsi. Ada yang langsung dimusnahkan, ada juga yang dikembalikan kepada pihak berwenang, yaitu Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

"Untuk zamzam saat ini, permintaan dari Kerajaan Arab Saudi, zamzam memang nantinya akan dimusnahkan," kata Norman.

Terkait air zamzam, kata Norman, seringkali jemaah mengakali dengan dibungkus botol kecil-kecil dan dilakban. Namun, kata Norman, tetap akan terdeteksi saat koper lewat X-ray dan pasti akan dibongkar.

Karena itu, ia mengimbau jemaah agar tidak nekat dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Hal ini penting karena menyangkut keselamatan, keamanan, serta kenyamanan dalam penerbangan.

Baca Juga: Aturan Baru PPh UMKM Diharapkan Bisa Akhiri Praktik Tax Splitting

Sementara itu, barang-barang yang dikeluarkan karena over kapasitas koper, maupun barang yang tidak sesuai ketentuan, maka akan diserahkan ke Perlindungan Jemaah (Linjam) serta Daerah Kerja PPIH Arab Saudi.

"Jika dimungkinkan untuk dikembalikan kepada jemaah, silakan, tapi kami jelas akan kumpulkan itu," kata Norman.

Berdasarkan temuan di lapangan, jemaah haji memang selalu mencari cara agar semua oleh-oleh yang dibeli di Tanah Suci bisa dibawa pulang semua meski koper sudah over kapasitas. Petugas juga menemukan koper jemaah dibongkar saat di bandara karena membawa air zamzam dengan bungkus yang sangat beragam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×