kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Konsumsi Rumah Tangga dan Sektor Rill Melemah, Ekonomi Diprediksi Hanya Tumbuh 4,98%


Minggu, 02 November 2025 / 19:30 WIB
Konsumsi Rumah Tangga dan Sektor Rill Melemah, Ekonomi Diprediksi Hanya Tumbuh 4,98%
ILUSTRASI. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia-Lanskap kota Jakarta dilihat dari ketinggin, Rabu (08/10/2025). Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2025 di kisaran 4,98% atau lebih rendah dari realisasi pertumbuhan kuartal II sebelumnya yang sebesar 5,12%. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/08/10/2025


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2025 di kisaran 4,98% atau lebih rendah dari realisasi pertumbuhan kuartal II sebelumnya yang sebesar 5,12%.

Banjaran menjelaskan, perlambatan ekonomi pada periode ini dipengaruhi oleh berakhirnya momentum Lebaran dan masuknya periode tahun ajaran baru sekolah. Kondisi tersebut membuat sektor riil cenderung stagnan karena melemahnya permintaan rumah tangga dan penjualan ritel.

"Dari sisi permintaan, musimannya lebih lemah dibanding kuartal I yang ada Lebaran dan hari besar lainnya," kata Banjaran kepada Kontan, Minggu (2/10/2025).

Baca Juga: Didera Ketidakpastian Global, Ada Peluang Pertumbuhan dari Sektor Manufaktur dan AI

Banjaran menambahkan, percepatan realisasi belanja pemerintah turut menjadi penopang pertumbuhan, seiring tren investasi yang masih meningkat terutama dari sisi domestik atau Penamanam Modal Dalam Negeri (PMDN) yang berkontribusi lebih besar dibanding periode sebelumnya, yakni Rp 279,4 triliun atau setara 56,9% dari total realisasi investasi nasional Rp 491,4 triliun pada Kuartal III-2025

“Namun, porsi terbesar pendorong ekonomi tetap berasal dari permintaan rumah tangga,” tutup Banjaran.

Dari sisi eksternal, ekspor Indonesia masih mencatat surplus, namun trennya mulai melandai. Surplus perdagangan sempat naik menjadi US$ 5,49 miliar pada Agustus, namun diprediksi akan menurun kembali pada September.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×