kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Konsumsi rumah tangga, andalan ekonomi 2017


Rabu, 07 September 2016 / 22:35 WIB


Reporter: Hasyim Ashari | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Ekspor dan Impor kembali belum menopang pertumbuhan ekonomian pada 2017 mendatang. Pasalnya kondisi perekonomian global saat ini sangat tidak memungkinkan untuk melakukan perdagangan luar negeri.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, pada 2017 sektor ekspor dan impor diprediksi masih negatif dan pertumbuhan ekonomi akan di topang sektor lain.

"Pada 2017 pertumbuhan ekonomi akan kembali ditopang oleh sektor konsumsi rumah tangga," ujar Suryamin di DPR, Rabu (7/9).

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Menurutnya berdasarkan hasil pertemuan G-20 faktor dari luar negeri tidak akan bisa diandalkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Dari sisi ekspor dan impor kita tidak berharap," ungkapnya.

Otomatis pada 2017 pertumbuhan ekonomi akan ditopang oleh dalam negeri alias konsumsi rumah tangga yang sekarang memang menopang 60%-70% ekonomi Indonesia. "Konsumsi rumah tangga akan menjadi andalan kita untuk pertumbuhan ekinomi. Mudah-mudahan ini tidak tergurus," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×