kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Konsumsi pemerintah minus 6,90% yoy pada kuartal II-2020


Rabu, 05 Agustus 2020 / 21:36 WIB
Konsumsi pemerintah minus 6,90% yoy pada kuartal II-2020
ILUSTRASI. Kepala BPS Suhariyanto. Foto: DOK HUMAS BPS)


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsumsi pemerintah pada kuartal II-2020 ini tumbuh negatif 6,90% yoy. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), kontraksi konsumsi pemerintah disebabkan oleh penurunan realisasi belanja barang dan jasa dan belanja pegawai. 

"Jadi realisasi belanja barang dan jasa turun 22,17% yoy dan belanja pegawai juga menurun 10,64% yoy," ucap Kepala BPS Suhariyanto, Rabu (5/8) via video conference

Suhariyanto mengatakan, kontraksi belanja barang dan jasa utamanya dipengaruhi oleh penundaan dan pembatalan kegiatan Kementerian dan Lembaga (K/L) sejak pertengahan Maret 2020 akibat pandemi Covid-19. "Jadi pandemi ini tidak memungkinkan diselenggarakannya berbagai kegiatan. Baik perjalanan, meeting tatap muka, dan lain-lain," tambah Suhariyanto. 

Baca Juga: BPS ungkap sejumlah indikator perbaikan ekonomi di kuartal III-2020, apa saja?

Sementara itu, realisasi belanja pegawai pada kuartal II-2020 yang turun disebabkan oleh adanya perubahan kebijakan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) pada tahun 2020, yaitu kepada pejabat negara, pejabat eselon I dan II, dan pejabat lainnya yang setara tidak mendapat THR.

Selain itu, ada juga pengurangan cakupan komponen THR, yakni tidak memasukkan komponen tunjangan kinerja. Pun dengan kebijakan pemberian gaji ke-13 yang diundur ke Agustus 2020 turut mengurangi realisasi belanja pegawai. 

Baca Juga: Ekonomi minus 5,32% tak jadi hambatan penguatan IHSG

Kabar baiknya, BPS melihat kalau konsumsi pemerintah untuk bantuan sosial (bansos) masih naik 55,87% yoy. Kata Suhariyanto, ini merupakan bukti komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan sosial. Akibat inipun, BPS mencatat konsumsi pemerintah pada kuartal II-2020 bila dibandingkan dengan kuartal I-2020 tercatat meningkat 22,32% qtq dan menjadi satu-satunya sektor yang tumbuh positif. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×