kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Konsekuensi Hilirisasi, Penerimaan Bea Masuk Tahun 2024 akan Menurun


Rabu, 16 Agustus 2023 / 23:32 WIB
Konsekuensi Hilirisasi, Penerimaan Bea Masuk Tahun 2024 akan Menurun
ILUSTRASI. Hilirisasi mineral: Aktivitas di smelter


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mematok target penerimaan bea keluar pada tahun 2024 sebesar Rp 17,5 triliun.

Jumlah ini lebih rendah 11,5% bila dibandingkan dengan outlook penerimaan bea keluar tahun 2022 yang sebesar Rp 19,8 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, penurunan penerimaan bea keluar pada tahun depan sebagai konsekuensi dari hilirisasi.

"Jadi, (penerimaan bea keluar) tidak akan menjadi andalan," tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers, Rabu (16/8).

Baca Juga: Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Capai Rp 149,83 Triliun Pada Juli 2023

Memang, dengan adanya hilirisasi, berarti akan ada penurunan ekspor untuk komoditas tertentu.

Namun, ini juga bukan sesuatu yang buruk. Mengingat, tujuan hilirisasi adalah memberikan nilai tambah terhadap produk dalam negeri.

Meski demikian secara keseluruhan, Sri Mulyani mematok penerimaan kepabeanan dan cukai tahun 2024 akan meningkat 7,0% YoY menjadi Rp 321,0 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×