CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Konsekuensi Hilirisasi, Penerimaan Bea Masuk Tahun 2024 akan Menurun


Rabu, 16 Agustus 2023 / 23:32 WIB
ILUSTRASI. Hilirisasi mineral: Aktivitas di smelter


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mematok target penerimaan bea keluar pada tahun 2024 sebesar Rp 17,5 triliun.

Jumlah ini lebih rendah 11,5% bila dibandingkan dengan outlook penerimaan bea keluar tahun 2022 yang sebesar Rp 19,8 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, penurunan penerimaan bea keluar pada tahun depan sebagai konsekuensi dari hilirisasi.

"Jadi, (penerimaan bea keluar) tidak akan menjadi andalan," tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers, Rabu (16/8).

Baca Juga: Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Capai Rp 149,83 Triliun Pada Juli 2023

Memang, dengan adanya hilirisasi, berarti akan ada penurunan ekspor untuk komoditas tertentu.

Namun, ini juga bukan sesuatu yang buruk. Mengingat, tujuan hilirisasi adalah memberikan nilai tambah terhadap produk dalam negeri.

Meski demikian secara keseluruhan, Sri Mulyani mematok penerimaan kepabeanan dan cukai tahun 2024 akan meningkat 7,0% YoY menjadi Rp 321,0 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×