kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Konsekuensi Hilirisasi, Penerimaan Bea Masuk Tahun 2024 akan Menurun


Rabu, 16 Agustus 2023 / 23:32 WIB
Konsekuensi Hilirisasi, Penerimaan Bea Masuk Tahun 2024 akan Menurun
ILUSTRASI. Hilirisasi mineral: Aktivitas di smelter


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mematok target penerimaan bea keluar pada tahun 2024 sebesar Rp 17,5 triliun.

Jumlah ini lebih rendah 11,5% bila dibandingkan dengan outlook penerimaan bea keluar tahun 2022 yang sebesar Rp 19,8 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, penurunan penerimaan bea keluar pada tahun depan sebagai konsekuensi dari hilirisasi.

"Jadi, (penerimaan bea keluar) tidak akan menjadi andalan," tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers, Rabu (16/8).

Baca Juga: Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Capai Rp 149,83 Triliun Pada Juli 2023

Memang, dengan adanya hilirisasi, berarti akan ada penurunan ekspor untuk komoditas tertentu.

Namun, ini juga bukan sesuatu yang buruk. Mengingat, tujuan hilirisasi adalah memberikan nilai tambah terhadap produk dalam negeri.

Meski demikian secara keseluruhan, Sri Mulyani mematok penerimaan kepabeanan dan cukai tahun 2024 akan meningkat 7,0% YoY menjadi Rp 321,0 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×